Sumbardaily.com, Padang – Laga Semen Padang FC vs Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-15 menyisakan sejumlah fakta menarik yang layak dicermati. Pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (22/12/2025), itu berakhir dengan kemenangan tipis Kabau Sirah atas Macan Kemayoran dengan skor 1-0.
Kemenangan tersebut tidak hanya menentukan perolehan poin kedua tim, tetapi juga diwarnai drama kartu merah, gol bunuh diri, hingga keputusan VAR pada menit-menit akhir pertandingan.
1. Gol Penentu Lahir dari Gol Bunuh Diri Jordi Amat
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini tercipta pada menit ke-83 dan datang dari situasi yang tidak terduga. Bek Persija Jakarta, Jordi Amat, mencatatkan gol bunuh diri yang menjadi penentu kemenangan Semen Padang FC.
Gol tersebut bermula dari serangan cepat Kabau Sirah di sisi kanan. Bola sempat dipotong Carlos Eduardo dari umpan Irsyad Maulana, namun disambar Pedro Matos. Dalam situasi itu, Jordi Amat gagal mengantisipasi bola yang justru masuk ke gawang sendiri.
2. Persija Bermain dengan Sembilan Pemain
Persija Jakarta harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain. Dua kartu merah diterima oleh pemain Macan Kemayoran.
Kartu merah pertama didapat Figo Dennis pada menit ke-38 setelah menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Irsyad Maulana. Situasi semakin sulit bagi Persija ketika Fabio Calonego juga diusir keluar lapangan pada masa injury time babak kedua setelah wasit meninjau tayangan VAR dan menilai adanya pelanggaran.
3. Semen Padang Naik Peringkat Klasemen
Tambahan tiga poin dari kemenangan ini membawa Semen Padang FC naik ke peringkat 16 klasemen sementara dengan koleksi 10 poin. Kemenangan tersebut menjadi sangat krusial bagi Kabau Sirah yang berjuang menjauh dari papan bawah klasemen.
4. Persija Tergusur dari Puncak Persaingan
Kekalahan ini membuat Persija Jakarta turun ke peringkat ketiga dengan raihan 29 poin. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Macan Kemayoran yang datang ke Padang dengan target membawa pulang poin penuh.
5. Laga Berlangsung Terbuka Sejak Awal
Sejak menit pertama, kedua tim tampil dengan pendekatan permainan terbuka. Baik Semen Padang FC maupun Persija Jakarta sama-sama membutuhkan tiga poin, sehingga tempo pertandingan langsung berjalan tinggi.
6. Peluang Awal Persija Lewat Eksel Runtukahu
Persija sempat mengancam lebih dulu pada menit kesembilan melalui tandukan Eksel Runtukahu. Menerima umpan Maxwell Souza, Eksel melompat lebih tinggi dari bek lawan, namun sundulannya masih melebar dari gawang.
7. Bola Mati Jadi Andalan Persija
Kesulitan menembus pertahanan Kabau Sirah dari permainan terbuka membuat Persija mencoba memaksimalkan situasi bola mati. Salah satunya melalui tendangan bebas Allano Lima pada menit ke-27 yang melambung tipis di atas mistar gawang.
8. Unggul Jumlah Pemain Tak Berbuah Gol
Meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-38, Semen Padang FC gagal memanfaatkan situasi tersebut di babak pertama. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
9. Babak Kedua Berjalan Ketat dan Disiplin
Memasuki babak kedua, Kabau Sirah meningkatkan intensitas serangan. Namun, Persija di bawah arahan Mauricio Souza memperkuat lini belakang dan mengandalkan serangan balik. Salah satu peluang terbaik Persija datang dari sepakan Bruno Tubarao, yang berhasil diamankan kiper Arthur da Silva.
10. Gol Maxwell Souza Dianulir VAR
Persija sempat membuka harapan melalui gol Maxwell Souza pada menit 90+10. Namun, setelah tinjauan wasit, gol tersebut dianulir karena adanya pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-0 untuk Semen Padang FC tetap bertahan. (pooke)















