Sumbardaily.com, Padang – Semen Padang FC memasuki periode yang sangat menentukan dalam perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026. Dua laga tandang beruntun pada pekan ke-13 dan pekan ke-14 akan menjadi ujian besar bagi Kabau Sirah, yang kini berada di dasar klasemen dan masih berjuang menemukan momentum kebangkitan.
Dalam situasi tertekan tersebut, tim kembali harus bertanding tanpa dua pemain asing andalan, Bruno Gomes dan Filipe Chaby, yang absen karena cedera dan sakit.
Sesuai jadwal, Semen Padang akan lebih dulu menantang Persijap Jepara pada Kamis (20/11/2025) sore, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kediri untuk menghadapi Persik pada Kamis (27/11/2025).
Kedua pertandingan ini disebut sebagai titik balik penting, terlebih bagi skuad yang belum meraih kemenangan dalam sembilan laga terakhir dan menelan delapan kekalahan beruntun.
Rombongan tim bertolak dari Padang menuju Jepara pada Selasa (18/11/2025) dengan membawa 22 pemain. Dari daftar itu, pelatih Dejan Antonic menyiapkan Arthur Augusto dan Muhammad Farel sebagai penjaga gawang.
Di barisan pertahanan, ia memboyong Angelo Meneses, Rui Rampa, Herwin Tri Saputra, Leo Guntara, Ricky Ariansyah, Samuel Christianson, dan Zidane Afandi untuk mengokohkan lini belakang.
Kekuatan lini tengah bertumpu pada Rosad Setiawan, Alhassan Wakaso, Dimas Roni, Ripal Wahyudi, Ambrizal Umanailo, Pedro Matos, Irsyad Maulana, Firman Juliansyah, Ferdiansyah, Febrian Tri Saputra, serta Armando Oropa.
Sementara untuk lini serang, Kabau Sirah mempercayakan duet Cornelius Stewart dan winger cepat sekaligus supersub Muhammad Ridwan.
Meski demikian, tidak ikutnya dua sosok kreatif—Bruno Gomes yang mengalami cedera paha dan Filipe Chaby yang tengah sakit—menjadi pukulan tersendiri.
Absennya keduanya membuat komposisi tim kurang ideal jelang dua pertandingan krusial yang dapat menentukan masa depan klub di musim ini.
Semen Padang saat ini baru mengumpulkan empat poin dari 11 pertandingan yang sudah dilakoni. Catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan sembilan kekalahan menggambarkan sulitnya tim bangkit dari tekanan.
Kondisi ini membuat posisi Semen Padang tertahan di peringkat ke-18 atau juru kunci klasemen sementara.
Pelatih Dejan Antonic tidak menutup mata atas situasi genting tersebut. Ia menyebut bahwa laga melawan Persijap akan berlangsung keras karena kedua tim sama-sama berjuang di papan bawah. Menurutnya, fokus, mental, dan determinasi pemain harus berada pada level tertinggi.
“Dua laga berikutnya adalah kunci untuk kita. Pertandingan lawan Persijap di Jepara akan berlangsung ketat karena sama-sama ada di papan bawah. Dua laga nanti anak-anak harus sampai 150 persen serius,” tegas Dejan.
Dengan tren negatif yang terus membayangi, Semen Padang dituntut menunjukkan respons cepat agar bisa keluar dari zona merah.
Dua pertandingan tandang beruntun ini bukan sekadar agenda kompetisi, tetapi babak penentu hidup-mati perjuangan Kabau Sirah pada musim 2025/2026. (red)
















