Sumbardaily.com, Padang - Lima nelayan dilaporkan selamat setelah perahu yang mereka gunakan mengalami mati mesin di perairan Teluk Sirih, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Jumat (26/9/2025) siang.
Tim SAR Padang berhasil mengevakuasi para korban setelah menerima laporan dari salah satu nelayan yang selamat.
Kepala Kantor SAR Padang atau SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pada pukul 14.55 WIB dari salah seorang nelayan bernama Elyo Pranda (25), warga Bungus, yang berhasil menghubungi pihak berwenang.
"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan tim rescue dengan RIB 01 menuju lokasi kejadian," ujarnya.
Menurut keterangan, perahu nelayan yang ditumpangi Elyo bersama empat rekannya, yakni Dani (45), Riky (37), Doni (46) dan Dasril (65) berangkat melaut sejak pukul 08.00 WIB untuk memancing.
Namun, di tengah perjalanan, mesin perahu mendadak mati sehingga mereka terombang-ambing di laut sekitar 4,06 nautical mile (NM) dari Dermaga Bungus.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri, menambahkan, tim beranggotakan enam personel segera bergerak dengan membawa peralatan pendukung.
"Tim berangkat pukul 15.05 WIB dan tiba di lokasi pukul 15.45 WIB. Seluruh nelayan dalam keadaan selamat dan berhasil dievakuasi tanpa hambatan," kata Hendri.
Dalam operasi pencarian dan pertolongan tersebut, SAR Padang mengerahkan sejumlah alutsista dan peralatan pendukung, termasuk Rescue Car, RIB 01, perlengkapan komunikasi, peralatan medis, hingga drone thermal untuk memantau situasi sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, kondisi cuaca saat operasi berlangsung cukup bersahabat dengan langit cerah berawan dan kecepatan angin hanya sekitar 3 knot. Hal ini membuat proses evakuasi berjalan lancar dan relatif singkat.
“Tidak ada kendala berarti dalam operasi ini. Seluruh nelayan berhasil kami bawa ke darat dengan selamat,” kata Hendri.
Kantor SAR Padang mengimbau masyarakat nelayan agar selalu memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut, mengingat potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu di perairan terbuka. (adl)
















