Sumbardaily.com, Padang - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Padang pada Rabu (5/3/2025) telah memicu setidaknya 34 titik kejadian bencana.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, bencana tersebut terdiri dari 33 kasus pohon tumbang dan satu titik longsor yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan pihaknya telah mengerahkan 35 personel untuk menangani dampak bencana.
"Kami langsung menggerakkan tim gabungan untuk proses evakuasi dan pembersihan di lokasi-lokasi terdampak," katanya, Jumat (7/3/2025).
Tim gabungan tersebut bekerja tanpa henti untuk mengatasi gangguan akses jalan, kerusakan rumah warga, serta gangguan pada infrastruktur penting seperti jaringan listrik dan telekomunikasi yang terjadi akibat pohon tumbang dan longsor.
Sejumlah lokasi yang menjadi titik pohon tumbang dan telah berhasil ditangani, seperti di RT 02, RW 07 Kelurahan Pisang, kawasan Jalan Purus 3, persimpangan lampu merah Pasar Simpang Haru, Jalan Aur Duri RT 04 RW 01, dan Parak Laweh Pulau Air Nan XX.
Penanganan cepat dilakukan untuk memulihkan akses transportasi publik yang sempat terganggu.
Kerusakan properti juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi. Sebuah rumah di Jalan Kampung Jambak RT 03/RW 09 Kelurahan Koto Lalang tertimpa pohon tumbang.
Sementara itu, di kawasan Elo Pukek Purus, pohon tumbang dilaporkan menimpa seorang warga.
"BPBD belum merinci sejauh mana kerusakan dan dampak yang dialami korban," katanya.
Selain kerusakan pada hunian, infrastruktur listrik turut terdampak. Di Asrama TNI-AD Tarandam RT 05/RW 07, pohon tumbang mengenai kabel listrik sehingga penanganannya ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kasus serupa juga terjadi di Jalan Jawa Dalam 2 No. 42 RT 02 RW 06 Kelurahan Kampuang Jao.
Selain pohon tumbang, satu titik longsor dilaporkan terjadi di kawasan Panorama 1, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Tim BPBD bersama pihak terkait telah melakukan penanganan untuk memastikan keamanan warga sekitar.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, memberikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan BPBD Kota Padang dalam menangani serangkaian kejadian tersebut.
"Alhamdulillah, BPBD Kota Padang sigap merespons kejadian pohon tumbang dan longsor di Kota Padang," katanya.
Fadly Amran menambahkan bahwa keberhasilan penanganan darurat ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
"Ini juga berkat kerja sama dengan berbagai pihak seperti Kementerian PUPR, Damkar Kota Padang, Satpol PP Kota Padang, DLH Kota Padang, Dinas Sosial, Dishub, TNI, POLRI, PT Semen Padang, Kecamatan, Kelurahan, KSB, Tagana, Rumah Zakat, dan insan kebencanaan lainnya, serta partisipasi aktif masyarakat," katanya.
Sehubungan dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
"Kami terus memantau perkembangan situasi dan kondisi cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda kawasan Kota Padang," tuturnya. (red)
















