Sumbardaily.com, Padang - Puluhan pedagang di Selasar Pasar Raya Padang mendatangi Rumah Dinas (Rumdis) Wali Kota Padang di Jalan Ahmad Yani, Senin (9/2/2026) siang.
Aksi tersebut menjadi luapan kekecewaan pedagang yang merasa kehilangan ruang usaha setelah digusur dan diminta berpindah ke Gedung Pasar Raya Fase VII.
Ironisnya, di saat jeritan pedagang menggema, Wali Kota Padang, Fadly Amran diketahui berada di Jakarta untuk menandatangani adendum penilaian menuju Kota Gastronomi Dunia.
Unjuk rasa ini sekaligus menjadi “kado pahit” bagi Fadly Amran yang pada hari yang sama bertepatan dengan ulang tahunnya ke-38.
Pedagang berharap dapat menyampaikan langsung aspirasi kepada wali kota, namun yang mereka temui hanyalah jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang.
Aksi tersebut merupakan buntut dari penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang beberapa hari sebelumnya.
Dalam penertiban itu, pedagang selasar diminta menghentikan aktivitas berjualan di fasilitas umum dan diarahkan menempati Pasar Raya Fase VII.
Di tengah aksi, pedagang membawa tuntutan utama agar Pemko Padang memberi kelonggaran waktu berjualan di lokasi semula pada sore hari. Mereka menilai kebijakan larangan total berdampak besar terhadap penghidupan.
“Kami ingin Wali Kota padang dapat memberikan kesempatan kepada kami untuk berjualan di tempat semula dengan pukul lima sore ke atas,” ucap ketua Pedagang Pasar Raya, Yani.
Tak lama berorasi di depan rumah dinas, sejumlah perwakilan pedagang masuk ke dalam untuk mengikuti mediasi. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Padang, Raju Minropa Chaniago.
Mediasi berlangsung lebih kurang dua jam. Namun, hasilnya belum sesuai harapan pedagang.
Pemko Padang tetap mempertahankan kebijakan melarang aktivitas berdagang di fasilitas umum dan mengarahkan pedagang berjualan di Pasar Raya Fase VII.
“Kami sudah lama mensosialisasikan kepada pedagang dan meminta untuk berjualan di Pasar Raya Fase VII, kami jyga sudah menyampaikan konsep Pasar Raya Fase VII kepada pedagang,” kata Raju.
Menurut Raju, Pemko Padang menyiapkan berbagai strategi agar Pasar Raya Fase VII menjadi lebih ramai dan diminati pembeli. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan memperbanyak kegiatan dan acara.
“Kami akan memperbanyak event untuk meningkatan kunjungan pembeli ke Pasar Raya Fase VII,” ujarnya.
Kota Gastronomi Dunia
Namun di saat bersamaan, Wali Kota Padang, Fadly Amran diketahui tengah berada di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, untuk menandatangani adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten dan Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).
Penandatanganan dilakukan bersama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif, Fahmy Akmal.
Adendum tersebut didasari penilaian mendalam yang mengubah sub-sektor ekonomi kreatif unggulan Kota Padang, dari seni pertunjukan menjadi sub sektor kuliner.
Hingga berita ini dirampungkan, baik pedagang di Selasar Pasar Raya dan Pemko Padang belum menemukan titik temu. Bahkan, beredar informasi akan ada aksi demo lanjutan yang lebih meluas dari sebelumnya. (Pooke)
















