Sumbardaily.com, Solok - Peristiwa kecelakaan yang melibatkan kendaraan dinas pemadam kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).
Peristiwa ini tercatat sebagai kecelakaan kedua dalam kurun waktu satu bulan terakhir, setelah sebelumnya truk damkar juga mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan korban jiwa dari warga dan kerusakan kendaraan.
Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Rido mengatakan, kecelakaan terjadi pada Rabu (16/7/2025) sekitar pukul 13.30 WIB.
Insiden terjadi di Jalan Solok - Padang, Jorong Talago, Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
"Truk damkar jenis Hino dengan nomor polisi BA 9003 HK tersebut sedang dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran di Nagari Supayang," katanya.
Rido mengatakan, kondisi jalan di lokasi kejadian berupa tikungan dan turunan tajam, dengan permukaan aspal yang licin.
Ditambah lagi, tidak terdapat rambu-rambu lalu lintas serta pandangan pengemudi yang terhalang, meskipun saat itu cuaca cerah dan lalu lintas relatif sepi.
"Di sekitar lokasi juga terdapat permukiman warga yang berpotensi terdampak jika terjadi kecelakaan lebih besar," katanya.
Kecelakaan ini bermula ketika truk damkar yang dikemudikan oleh Haristo Munandar (32), datang dari arah Padang menuju Kota Solok.
"Sesampainya di tikungan tajam dan turunan, kendaraan mengalami slip dan hilang kendali. Truk kemudian berputar arah, terguling, dan terhenti di badan jalan," katanya.
Akibat kecelakaan tersebut, katanya, empat petugas damkar mengalami luka-luka. Di antaranya, Tissandre Victrino Geminosa (29) mengalami patah tulang tangan kiri dan luka di wajah, Gemi Ramadhani (24) mengalami benturan di kepala, Riki Rikardo (38) mengalami luka pada wajah, dan Oos Saputra (29) juga mengalami luka pada wajah.
"Seluruh korban telah dilarikan ke RSUD Kabupaten Solok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Rido.
Selain korban luka, kendaraan dinas damkar mengalami kerusakan material yang diperkirakan mencapai Rp1 juta. Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian kali ini.
Dalam truk tersebut, selain pengemudi, terdapat pula beberapa petugas lainnya yang ikut menjadi saksi kejadian, yakni Suhatril (47), Febrinaldi (29), dan Syamsul Bahri (29). Para saksi yang turut berada di lokasi membantu proses evakuasi pasca kecelakaan.
Petugas kepolisian yang mendapat laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengamankan barang bukti.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden yang menimpa armada damkar Kabupaten Solok dalam satu bulan terakhir.
Sebelumnya, kecelakaan juga melibatkan truk damkar yang menabrak warga dan mobil lain, hingga mengakibatkan korban jiwa.
Rangkaian insiden ini menjadi sorotan karena armada damkar seharusnya menjadi garda terdepan penanganan kebakaran, tetapi justru kerap mengalami musibah di jalan.
Iptu Rido mengatakan, pihaknya akan terus mendalami penyebab kecelakaan ini dan meningkatkan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Perkembangan lebih lanjut akan segera kami laporkan kembali," tuturnya. (adl)















