Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sumbar hingga 28 September, Warga Diminta Waspada

Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Sumbar hingga 28 September, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi Hujan Lebat (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) pada periode 22-28 September 2026. Kondisi atmosfer yang mendukung membuat sejumlah wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca selama sepekan tersebut.

BMKG Minangkabau menjelaskan potensi hujan tersebut berkaitan dengan sejumlah dinamika atmosfer. Di antaranya suhu perairan di wilayah barat Sumatera yang masih hangat, keberadaan daerah konvergensi, serta belokan angin yang dapat menyuplai uap air dari wilayah perairan menuju daratan.

Informasi itu disampaikan BMKG Minangkabau melalui analisis potensi hujan Sumbar untuk sepekan ke depan. Analisis tersebut diperbarui pada 22 September 2026 pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan analisis tersebut, BMKG Minangkabau melihat adanya peningkatan potensi hujan dengan intensitas lebat di sejumlah wilayah Sumbar selama periode 22-28 September 2026. Kondisi dinamika atmosfer yang berkembang juga menunjukkan Sumbar masih memiliki peluang mengalami hujan lokal dengan intensitas signifikan.

Suhu perairan di sebelah barat Sumatera yang masih hangat menjadi salah satu faktor yang mendukung pembentukan hujan. Kondisi tersebut berjalan bersama keberadaan daerah konvergensi dan belokan angin yang secara efektif membawa atau menyuplai uap air dari wilayah perairan menuju daratan.

Dengan kondisi atmosfer tersebut, hujan yang terjadi di Sumbar sepanjang 22-28 September 2026 berpeluang berada dalam rentang intensitas sedang hingga sangat lebat.

Hujan Sangat Lebat Sudah Terjadi

Potensi hujan lebat tersebut juga sejalan dengan kondisi cuaca yang telah terjadi di Sumbar dalam beberapa hari sebelumnya. BMKG Minangkabau mencatat distribusi hujan pada 19-21 September 2026 telah mencapai kategori sangat lebat di sejumlah wilayah.

Pada 19 September 2026, hujan yang terjadi di Sumbar memiliki rentang intensitas mulai ringan hingga ekstrem. Curah hujan tertinggi pada hari tersebut tercatat di Kabupaten Sijunjung dengan angka mencapai 167,0 milimeter.

Kondisi kemudian berubah pada 20 September 2026. Intensitas hujan mengalami penurunan dan berada dalam kategori ringan hingga sedang. Untuk kategori sedang, curah hujan tercatat di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan angka 48,5 milimeter.

Hujan kembali meningkat pada 21 September 2026. Pada hari tersebut, hujan di Sumbar tercatat berada dalam kategori ringan hingga lebat. Curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Dharmasraya dengan jumlah 94,0 milimeter.

BMKG Minangkabau menyebut pertumbuhan awan hujan yang berlangsung di Sumatera Barat pada 19-21 September 2026 dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, baik yang bersifat lokal maupun regional.

Salah satu faktor yang berperan adalah Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di wilayah Sumatera Barat. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika atmosfer yang memengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumbar.

Selain MJO, anomali suhu permukaan laut yang tinggi di Samudra Hindia bagian barat Sumatera juga berperan dalam memasok uap air. Suhu permukaan laut yang tinggi secara berkesinambungan menyuplai uap air melalui proses penguapan.

Pembentukan awan hujan lokal kemudian semakin diperkuat oleh keberadaan daerah belokan angin dan konvergensi. Kondisi tersebut secara konsisten membentang di wilayah Sumatera Barat selama periode 19-21 September 2026.

BMKG Minangkabau merangkum tiga faktor utama yang memengaruhi kondisi atmosfer tersebut. Ketiganya adalah aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial, keberadaan belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat yang berperan dalam menyediakan uap air.

11 Daerah Masuk Status Waspada

Untuk periode 22-24 September 2026, kondisi cuaca di Sumbar secara umum diprakirakan didominasi keadaan berawan hingga hujan ringan. Meski demikian, BMKG Minangkabau memberikan status waspada terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Daerah yang masuk kategori waspada pada periode tersebut cukup banyak. Wilayah itu meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya.

Selain daerah yang berada dalam kategori waspada, terdapat wilayah yang mendapat status siaga. BMKG Minangkabau menetapkan status siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Solok Selatan dan sekitarnya.

Sementara itu, untuk kategori awas, tidak terdapat wilayah yang masuk dalam peringatan hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 22-24 September 2026. Potensi angin kencang pada periode tersebut juga dinyatakan nihil.

Mentawai Masuk Waspada pada 25-28 September

Potensi hujan kembali menjadi perhatian untuk periode 25-28 September 2026. Pada rentang waktu tersebut, kondisi cuaca Sumatera Barat diprakirakan masih didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan.

Namun, bukan berarti seluruh wilayah berada dalam kondisi yang sama. Sejumlah daerah tetap masuk kategori waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Pada periode 25-28 September 2026, wilayah yang masuk kategori waspada mencakup Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya.

Kepulauan Mentawai menjadi salah satu wilayah yang masuk daftar waspada pada periode tersebut. Sementara itu, dibandingkan dengan periode 22-24 September, tidak ada daerah yang ditetapkan dalam kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 25-28 September 2026.

Kategori awas untuk potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem juga tidak tercatat pada periode tersebut. BMKG Minangkabau juga menyatakan potensi angin kencang nihil untuk periode 25-28 September 2026.

BMKG kembali menegaskan bahwa informasi mengenai potensi cuaca tersebut merupakan kondisi pada tingkat kabupaten. Karena itu, masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca secara lebih rinci melalui kanal informasi resmi BMKG.

Warga Diminta Waspadai Sambaran Petir

Dengan adanya potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Sumbar, BMKG Minangkabau meminta masyarakat dan para pemangku kepentingan yang berada di wilayah dengan fenomena atmosfer signifikan meningkatkan kewaspadaan.

Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya sambaran petir. Masyarakat diminta mengambil langkah antisipatif ketika hujan terjadi, terutama dengan menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan saat petir muncul.

BMKG Minangkabau mengimbau masyarakat tidak berteduh di bawah pohon ketika terjadi hujan yang disertai petir. Papan reklame maupun bangunan yang rapuh juga perlu dihindari karena dapat menimbulkan risiko ketika kondisi cuaca memburuk.

Aktivitas di ruang terbuka juga sebaiknya dibatasi apabila hujan disertai angin kencang dan petir. Langkah tersebut menjadi bagian dari kewaspadaan masyarakat menghadapi potensi cuaca signifikan yang diprakirakan masih terjadi selama periode 22-28 September 2026.

Selain melakukan langkah antisipasi secara langsung, masyarakat juga diminta rutin memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, serta peringatan cuaca ekstrem yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG.

Informasi tersebut dapat diperoleh melalui berbagai kanal resmi. Masyarakat dapat mengakses laman www.bmkg.go.id dan www.bmkgminangkabau.com, menggunakan aplikasi InfoBMKG, serta mengikuti media sosial @bmkgminangkabau.

BMKG Minangkabau juga mengimbau masyarakat melakukan berbagai langkah antisipatif di lingkungan sekitar. Upaya tersebut diperlukan untuk meminimalkan potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

Dengan masih terbukanya peluang hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat pada 22-28 September 2026, kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah yang telah masuk kategori waspada dan siaga.

Pemantauan informasi cuaca secara berkala menjadi salah satu hal yang ditekankan BMKG Minangkabau. Dengan mengikuti perkembangan informasi resmi, masyarakat dapat lebih siap mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer dan potensi terjadinya cuaca signifikan di wilayah masing-masing. (*)

Baca Juga

Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi
Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi
Prakiraan Cuaca Sumbar Selasa 15 September 2026, Hujan Berpotensi Turun di Sejumlah Daerah
Prakiraan Cuaca Sumbar Selasa 15 September 2026, Hujan Berpotensi Turun di Sejumlah Daerah
Cuaca Sumbar Pertengahan September Makin Kering, 15 Daerah Masuk Kategori Bawah Normal
Cuaca Sumbar Pertengahan September Makin Kering, 15 Daerah Masuk Kategori Bawah Normal
Hujan Lebat Intai Sumbar, 9 Wilayah Masuk Status Siaga
Hujan Lebat Intai Sumbar, 9 Wilayah Masuk Status Siaga