Tren Perceraian ASN Padang Naik, Mayoritas Diajukan Perempuan

Tren Perceraian ASN Padang Naik, Mayoritas Diajukan Perempuan

ASN di lingkungan Pemko Padang (Foto: Dok Diskominfo Padang)

Sumbardaily.com, Padang – Fenomena perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Padang menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. Berdasarkan data terbaru dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, hingga Oktober 2025 telah tercatat 15 kasus perceraian ASN, naik dari 11 kasus pada tahun 2024.

Kenaikan ini menjadi perhatian serius Pemko Padang. Kepala BKPSDM Kota Padang, Mairizon, menyebutkan bahwa tren perceraian di kalangan ASN terus berfluktuasi setiap tahun, bahkan sempat meningkat tajam saat pandemi Covid-19.

Melihat kecenderungan tersebut, pemerintah daerah kini memperkuat langkah pencegahan melalui Sosialisasi Peningkatan Ketahanan Keluarga bagi ASN Pemko Padang, yang digelar di Balai Kota Padang pada Senin (27/10/2025).

“Angka perceraian ASN kita mengalami peningkatan. Karena itu, hari ini kami melakukan sosialisasi kepada ASN yang mengelola kepegawaian,” ujar Mairizon saat membuka kegiatan tersebut.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi Pemko Padang dalam memberikan pemahaman kepada ASN agar mampu menjaga keharmonisan rumah tangga dan menghindari potensi konflik yang dapat berujung pada perceraian.

Didominasi ASN Perempuan

Data BKPSDM menunjukkan, dari seluruh kasus perceraian ASN tahun 2025, seluruhnya diajukan oleh ASN perempuan. Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kota Padang, Fitri Handayani, menyebut, perceraian tersebut paling banyak terjadi di kalangan guru sebanyak enam orang, diikuti tenaga kesehatan tiga orang, dan tenaga teknis enam orang.

“Semua permohonan perceraian tahun ini dilakukan oleh ASN perempuan,” kata Fitri.

Fitri menjelaskan, penyebab perceraian bervariasi, mulai dari masalah ekonomi, perselingkuhan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia menilai, faktor-faktor tersebut menunjukkan perlunya penguatan pembinaan dan pendampingan bagi ASN agar dapat mengelola persoalan rumah tangga dengan lebih baik.

Langkah Pencegahan dari Pemko Padang

Sebagai respons terhadap meningkatnya angka perceraian, Pemko Padang menggencarkan sosialisasi kepada para pengelola kepegawaian di tiap perangkat daerah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi internal dan menjadi saluran pembinaan bagi ASN yang menghadapi persoalan pribadi.

Sosialisasi yang digelar di Balai Kota Padang turut menghadirkan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kota Padang. Dalam kegiatan tersebut, para penghulu memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyelesaikan konflik rumah tangga secara bijak dan mengedepankan konsultasi sebelum mengambil keputusan bercerai.

Pengurus APRI Cabang Padang, Taufik Zulfahmi, menegaskan bahwa banyak pasangan memilih bercerai tanpa mencari solusi melalui konsultasi terlebih dahulu. Padahal, menurutnya, langkah itu justru menyulitkan penyelesaian masalah.

“Kebiasaan keluarga yang mau bercerai adalah menunda konsultasi hingga masalah mencapai puncak. Padahal, menyelesaikan konflik saat emosi sudah tinggi itu sangat sulit,” ujar Taufik.

Tren Perceraian Naik, Pernikahan Menurun

Dalam pemaparannya, Taufik membeberkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang yang menunjukkan tren peningkatan angka perceraian dalam lebih dari satu dekade terakhir. Tahun 2021 menjadi puncak tertinggi dengan 1.527 kasus perceraian, sementara di sisi lain angka pernikahan justru menurun.

“Sementara angka pernikahan mengalami tren menurun, angka perceraian justru terus meningkat,” ungkap Taufik.

Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya jumlah perempuan yang mengajukan perceraian. Dari perspektif agama, Taufik mengingatkan bahwa seorang istri tidak dianjurkan meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat.

Dorongan Konsultasi Melalui Aplikasi “Samara”

Sebagai langkah lanjutan, Taufik mengimbau ASN agar tidak terburu-buru menempuh jalur perceraian ketika menghadapi konflik rumah tangga. Ia mendorong mereka memanfaatkan layanan konseling keluarga “Samara”, sebuah aplikasi yang menyediakan pendampingan psikologis dan konsultasi keagamaan bagi pasangan suami-istri.

Pemko Padang menilai, kolaborasi dengan lembaga keagamaan seperti APRI menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran ASN tentang pentingnya ketahanan keluarga. Pemerintah juga berencana menjadikan program sosialisasi dan konseling ini sebagai kegiatan rutin untuk menekan angka perceraian yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Melalui berbagai langkah ini, Pemko Padang berharap seluruh ASN dapat menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, stabil, dan berdaya tahan di tengah tuntutan pekerjaan dan dinamika sosial yang semakin kompleks. (red)

Baca Juga

Mengapa Sinkhole Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Ilmiah Guru Besar Ilmu Tanah Unand
Mengapa Sinkhole Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Ilmiah Guru Besar Ilmu Tanah Unand
Long Weekend Isra Mi’raj, Trafik Tol Padang–Sicincin Alami Lonjakan Hampir 90 Persen
Long Weekend Isra Mi’raj, Trafik Tol Padang–Sicincin Alami Lonjakan Hampir 90 Persen
ASN di Padang Didorong jadi Garda Terdepan Donor Darah
ASN di Padang Didorong jadi Garda Terdepan Donor Darah
PMKS Marak di Jalan Protokol, Satpol PP Padang Ambil Tindakan Penertiban
PMKS Marak di Jalan Protokol, Satpol PP Padang Ambil Tindakan Penertiban
Kazaki Nakagawa Resmi Berseragam Semen Padang FC, Dikontrak hingga Akhir Musim
Kazaki Nakagawa Resmi Berseragam Semen Padang FC, Dikontrak hingga Akhir Musim
Penertiban Tambang Ilegal di Pasaman, Alat Berat Disita
Penertiban Tambang Ilegal di Pasaman, Alat Berat Disita