Sumbardaily.com - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (PPN Sumbagut) menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan strategi bisnis berkelanjutan.
Hal ini dibuktikan melalui raihan 12 penghargaan PROPER Hijau dalam ajang PROPER 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Kemen LH RI).
Capaian tersebut menjadi sorotan karena tidak hanya menegaskan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi, tetapi juga memperlihatkan pendekatan inovatif dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) ke dalam operasional bisnis.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengungkapkan bahwa terdapat 12 unit operasi yang berhasil meraih predikat PROPER Hijau.
Unit-unit tersebut meliputi Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, AFT Hang Nadim, Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Fuel Terminal (FT) Medan, FT Sei Siak, FT Pematangsiantar, FT Meulaboh, FT Krueng Raya, FT Sabang, IT Dumai, IT Lhokseumawe dan FT Simeulue.
Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Raihan 12 PROPER Hijau ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami terus mendorong inovasi, mengoptimalkan efisiensi energi, pengurangan emisi, serta program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Sinergi ini dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem bisnis yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.
“Penghargaan PROPER yang kami terima ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan konsisten seluruh tim di unit lokasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan masyarakat. Semoga pencapaian ini semakin memotivasi kita semua untuk terus menjaga lingkungan dan berinovasi,” ujar Fahrougi.
Salah satu program unggulan yang turut mendorong capaian ini adalah Program Sempadan Bahari yang diinisiasi oleh Fuel Terminal Medan.
Program tersebut menghadirkan berbagai inovasi berbasis pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Melalui program ini, limbah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber nilai ekonomi baru. Inovasi yang dilakukan meliputi budidaya maggot, pengolahan sampah anorganik menjadi produk ecocraft, hingga pemanfaatan limbah kulit udang menjadi kitosan serta pakan ikan.
“Melalui program tersebut, telah terbentuk sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Limbah kulit udang dapat diolah menjadi pakan ikan dan produk turunan bernilai ekonomi. Sempadan Bahari tak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta mendorong kemandirian,” ujar Fahrougi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan yang dijalankan perusahaan tidak berhenti pada aspek lingkungan semata, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Sebelumnya, penghargaan PROPER Hijau tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Penyerahan dilakukan di Jakarta pada Selasa (7/4/2026), kepada unit operasi yang dinilai memiliki kinerja unggul dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sebagai informasi, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dan informasi produk Pertamina melalui website resmi mypertamina.id, media sosial @pertamina_sumbagut dan @mypertamina, maupun Pertamina Contact Center (PCC) 135. (*)
















