TPU Tunggul Hitam Terendam Banjir, Nisan Hilang Ditelan Luapan Batang Kuranji

TPU Tunggul Hitam Terendam Banjir, Nisan Hilang Ditelan Luapan Batang Kuranji

TPU Tunggul Hitam terendam banjir pada Jumat (2/1/2026) akibat hujan deras dan meluapnya air Sungai Batang Kuranji. (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang, kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Batang Kuranji setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut, sejak Kamis (1/2/2026) malam.

Genangan air setinggi 30 hingga 80 sentimeter menutup area pemakaman, membuat ratusan nisan tak lagi terlihat dan memicu kecemasan warga sekitar.

Hingga Jumat sore (2/1/2026) sekitar pukul 17.35 WIB, banjir menggenangi hampir seluruh area TPU Tunggul Hitam. Air berwarna keruh menutup permukaan tanah pemakaman, menciptakan pemandangan yang menyerupai hamparan air luas.

Luapan Sungai Batang Kuranji tidak hanya merendam area pemakaman, tetapi juga menjalar ke kawasan permukiman dan ruas jalan utama di sekitar Tunggul Hitam.

Akses transportasi yang menghubungkan Simpang Tunggul Hitam menuju Dadok Tunggul Hitam dan Kurao Pagang ikut terdampak, dengan genangan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter.

Warga setempat menyebutkan bahwa kenaikan debit air terjadi cukup cepat sejak Jumat pagi. Nedya (39) mengatakan hujan yang turun tanpa jeda sejak malam sebelumnya menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Batang Kuranji hingga masuk ke area pemakaman.

“Hujan tak henti sejak semalam menjadi pemicu utama. Air luapan sungai masuk ke area pemakaman dan terus meninggi karena aliran dari hulu sangat deras,” tuturnya.

Situasi ini meningkatkan kewaspadaan warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batang Kuranji, khususnya di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara. Warga mulai melakukan langkah mitigasi mandiri dengan memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Putri (34), salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa air luapan sungai telah masuk ke dalam rumahnya setinggi mata kaki.

“Kami sangat cemas melihat arus deras ini. Saat ini perabotan rumah tangga sudah kami naikkan ke tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi jika debit air terus meningkat,” ungkapnya. (red)

Baca Juga

Trotoar Ramah Pejalan Kaki Jadi Prioritas Pemko Padang, Ini Lokasi Pengerjaannya
Trotoar Ramah Pejalan Kaki Jadi Prioritas Pemko Padang, Ini Lokasi Pengerjaannya
El Nino Kian Menguat, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Dilanda Kemarau
El Nino Kian Menguat, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Dilanda Kemarau
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Penyintas Bencana Batu Busuak Padang Tempati Hunsela, Akhiri Masa Mengungsi Berbulan-bulan
Penyintas Bencana Batu Busuak Padang Tempati Hunsela, Akhiri Masa Mengungsi Berbulan-bulan
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai
Pascainsiden Bom Rakitan, Kemenag Sumbar Pastikan MAN 3 Padang Tetap Jadi Ruang Belajar Aman
Pascainsiden Bom Rakitan, Kemenag Sumbar Pastikan MAN 3 Padang Tetap Jadi Ruang Belajar Aman