Sumbardaily.com, Padang - Tim SAR Padang berhasil menyelamatkan tujuh nelayan yang terdampar di perairan Pulau Air, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (10/5/2025).
Kejadian bermula saat kapal nelayan yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di laut selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketujuh nelayan tersebut berangkat memancing pada Sabtu pagi pukul 05.00 WIB.
Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba mengalami mati mesin dan mulai terombang-ambing di sekitar Pulau Air, Kota Padang.
Laporan kejadian pertama kali diterima Kantor SAR Kelas A Padang melalui informasi dari Bapak Joni dari Polresta Padang pada pukul 18.50 WIB.
Tak membuang waktu, tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian yang terletak pada koordinat 0°52'39.53"S - 100°12'50.67"T, dengan jarak sekitar 7,98 mil laut dari Kantor SAR Padang.
"Tim rescue kami langsung berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 19.05 WIB dengan melibatkan enam personil," kata Kepala Kantor SAR (Kakansar) Padang, Abdul Malik.
Perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Tim berhasil tiba di lokasi pada pukul 22.55 WIB dan segera melakukan evakuasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Padang.
Dari tujuh korban, lima orang berhasil dievakuasi dan dibawa ke Muara Padang, sementara dua orang lainnya memutuskan untuk tetap tinggal di kapal untuk menjaga dan memperbaiki perahu di sekitar Pulau Air.
Lima korban yang dievakuasi tiba di dermaga pada Minggu (11/5) dini hari pukul 00.50 WIB dan langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing pada pukul 01.00 WIB.
Proses debriefing dilakukan pada pukul 01.14 WIB setelah dipastikan semua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Ketujuh korban bernama Revi (38) asal Tabing, Didi (46) asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sukri (44) asal Sragen, Jawa Tengah (Jateng), Edi (40) asal Ciamis, Jawa Barat (Jabar), Agus (47) asal Surakarta, Jateng, serta Andi (41) dan Isap (50) yang keduanya berasal dari Muara Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam operasi penyelamatan ini, berbagai alat utama (alut) digunakan, antara lain Rescue Car Double Cabin, RIB 02, perlengkapan SAR air, perlengkapan medis, perlengkapan komunikasi, dan perlengkapan SAR lainnya.
Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur selain Basarnas Padang, yakni Polisi Perairan dan Udara (Pol Airud), Satuan Patroli (Satrol) Lantamal II Padang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, BPBD Padang Pariaman, SROP Teluk Bayur, dan Padang Baywatch.
"Koordinasi yang baik antar berbagai unsur penyelamat menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Kami bersyukur semua korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata Kakansar.
Kantor SAR Kelas A Padang selalu siap siaga dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan.
Masyarakat dapat menghubungi nomor darurat 115 (nasional) atau (0751) 484534 dan 0813-7700-0115 untuk laporan keadaan darurat.
Kejadian ini mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan bagi para nelayan ketika melaut, termasuk memastikan kondisi kapal yang layak, membawa peralatan komunikasi darurat, dan mengecek prakiraan cuaca sebelum berlayar.
Operasi penyelamatan ini menjadi salah satu contoh keberhasilan tim SAR Padang dalam menangani kasus darurat di wilayah perairan.
"Kantor SAR Kelas A Padang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam upaya pencarian dan pertolongan guna meminimalisir risiko korban jiwa dalam setiap kejadian kecelakaan di perairan Sumbar," tuturnya.
Kantor SAR Kelas A Padang beralamat di Jalan By Pass KM. 25, Kelurahan Batipuh Panjang, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25179.
Masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui email [email protected] atau mengunjungi laman resmi http://padang.basarnas.go.id serta akun Instagram @sarpadang_. (red)
















