Penulis: Trany Septi Rahayu P (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Andalas)
Perkembangan media massa saat ini begitu tinggi, karena sudah menuju 5.0. Media sangat diagungkan sehingga melibatkan banyak sektor dan lini kehidupan manusia. Pengaruhnya sangat besar, karena setiap kegiatan individu masa ini menggunakan media agar memperluas jangkauannya. Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi, dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi. Ia melihat media berperan menciptakan dan mengelola budaya.
Media merupakan suatu alat yang sangat penting dalam suatu sistem kemasyarakatan terlihat dari pesatnya penggunaan teknologi dan media massa saat ini. Masa ini, masyarakat butuh untuk menyuarakan dan mendigitalkan kegiatan dan aspirasi terhadap perekonomian, politik, dan urusan lainnya agar menjadi suatu pusat perhatian dan pengetahuan bagi yang lainnya. Kendati demikian, media pun masih tidak lepas dari peran pemerintah di dalamnya seperti kondisi dalam negara kini.
Perkembangan industri media massa begitu menjanjikan karena terlihat pada kebutuhan masyarakat dan penggunaan media yang pesat. Melalui media, hal personal hingga kelembagaa dapat disalurkan berbentuk ekspresi bahkan dapat membentuk sebuah citra dalam penggunaannya. Peran media massa harus sejalan dengan peraturan dan kode etik yang berlaku. Media sangat erat kaitannya dengan dewan pers dan wartawan sehingga diharuskan mengikuti aturan dan etik yang berlaku.
Maka, sangat diperlukan sikap independen dari sebuah media dan wartawan sekalipun dan berdiri sendiri sesuai dengan tujuan dari media yang sesungguhnya. Media seharusnya memberikan kebebasan seluas-luasnya dalam hal menyuarakan kepentingan umum dan publik bukan berpihak kepada satu orang atau instansi terkait.
Karakter sebuah media yang seharusnya sebagai ajang menyalurkan informasi yang perlu diketahui masyarakat bukan menjadi ajang untuk pengendalian oleh pihak tertentu. Selain hal tersebut, media pun kadang digunakan sebagai alat untuk menduduki peringkat tertinggi pada pemerintahan. Sangat tidak baik jika media sudah tidak lagi menduduki hati publik dan masyarakat umum dan menjadi tangan kanannya oknum tertentu.
Media pada hakikatnya menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi masyarakat. Media yang bersifat bebas harus digaungkan tanpa tekanan dari pemerintah dan yang lainnya. Hal-hal yang dapat mengkritisi pemerintah sepertinya akan mengganggu proses media itu sendiri, kendati demikian, media tetaplah media yang harus berpihak kepada masyarakat umum agar demokrasi dapat berjalan dengan baik.
Pemberitaan yang mengkritisi pemerintah dan menganggu jalannya suatu pemerintahan sangat mungkin akan dibredel dan tidak memiliki hak untuk penerbitan. Namun, apakah ini yang seharusnya didapatkan oleh praktisi media? Tentu tidak. Orang-orang yang bekerja di bidang media seharusnya dapat melewati masa seperti ini dengan tetap sesuai dengan kode etik yang berlaku kemudian media tentu juga punya payung hukum yang dapat melindung media tersebut.
Tentu ini sulit, dan akan sangat sulit. Karena kebebasan dan kredibilitas suatu media sangat diuji, kebebasan tidak lagi didapatkan, jika kebebasan tidak didapatkan, masyarakat umum akan berpikir media akan pro dengan apapun yang diputuskan oleh pemerintah dan tidak memandang kepentingan publik lagi. Memang saat ini industri media semakin maju dan pesat, media masih mendapatkan kebebasan dalam berpendapat namun dibalik itu tentu ada saja oknum dan orang-orang tertentu yang bekerja dengan berbagai rayuan dan doktrin yang sangat persuasif.
Media massa adalah suatu tempat yang dapat digunakan oleh masyarakat luas dalam berkomunikasi dari berbagi tempat. Komunikasi disini berarti memberikan pendapat dan aspirasi agar diketahui oleh berbagai masyarakat di negeri ini. Secara umum tujuan sebuah media massa adalah untuk memberikan informasi, hiburan, pendidikan, pengaruh dan pertanggungjawaban sosial. Seperti tujuan diatas, media sangat mudah untuk terpengaruh ataupun mempengaruhi, tidak bisa menutup kemungkinan media adalah tempat berbagai macam organisasi da manusia berkumpul dengan segala kepentingan yang beragam.
Namun, jika sudah berkecimpung di media massa hal-hal tersebut haruslah dihilangkan dan diabu-abukan agar kredibelitas dan keindependenan media dan oknum media dapat diperhitungkan oleh masyarakat. Begitulah seharusnya media saat ini harus bergerak, memihak dan membentuk opini masyarakat. Media mempunyai kekuatan yang sangat besar, dapat menggerakkan berbagai bentuk dan macam manusia dari sudut negeri.
Dengan demikian, media massa setidaknya jangan tunduk dengan doktrin dan rayuan serta ancaman yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu. Tetaplah bekerja sesuai dengan job desk dan porsinya. Media mempengaruhi pandangan masyarakat dalam proses pembentukan opini atau sudut pandangnya. Media massa dapat dikatakan merupakan senjata yang ampuh bagi perebutan citra (image). Memberikan informasi dan pemberitaan yang berangkat dari fakta dan data yang benar di masyarakat. Membentuk opini masyarakat dan memberikan ketepatan informasi agar masyarakat dapat menimbang dan membaca hal-hal yang terjadi saat ini. Karena jika media tidak berpihak dengan masyarakat, siapa lagi? Jika media massa tidak memberikan data yang benar, kemana lagi masyarakat akan percaya?
Begitu juga sebagai penerima informasi atau masyarakat umum, bijaklah dalam menerima berita dan informasi saat ini, saring before sharing. Masyarakat juga harus kritis terhadap penyampaian yang diberikan oleh media massa yang bertujuan untuk menumbuhkan dan memberikan kesadaran kritis terhadap khalayak sehingga lebih berdaya di hadapan media. Media massa merupakan sumber kekuatan alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat yang dapat di dayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lainnya. (*)
















