Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali menggelar Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan keagamaan dan budaya yang masuk dalam rangkaian Padang Pariaman 100 Festival tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Agustus 2026, di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parit Malintang.
Pelaksanaan Mauluik Gadang tahun ini mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Bangkit Bersama Membangun Padang Pariaman yang Religius, Tangguh, Maju dan Sejahtera." Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk mengajak masyarakat menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat komitmen membangun Kabupaten Padang Pariaman yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kemajuan.
Sebagai salah satu agenda unggulan dalam Padang Pariaman 100 Festival, Mauluik Gadang 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan syiar Islam dengan pelestarian adat dan budaya Minangkabau. Rangkaian acara disusun untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah berkembang secara turun-temurun.
Berbagai kegiatan akan meramaikan penyelenggaraan Mauluik Gadang 2026. Mulai dari Lomba Qasidah Rebana, Lomba Bintang Qasidah, Tabligh Akbar, Prosesi Malamang, Penerimaan Pinokopi, Badoncek, Makan Bajamba, Badikia, Salawat Dulang, Syarafal Anam, hingga Arak-arakan Bungo Lado.
Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi adat Minangkabau yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Padang Pariaman. Kehadiran beragam kegiatan tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan festival tahunan itu.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap penyelenggaraan Mauluik Gadang 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai religius, semangat gotong royong, dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Selain menjadi sarana memperkuat kehidupan keagamaan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi warisan yang terus diteruskan kepada generasi penerus. Nilai-nilai kebersamaan dan budaya yang diwariskan melalui berbagai tradisi diharapkan tetap terpelihara seiring perkembangan zaman.
Di sisi lain, penyelenggaraan Mauluik Gadang 2026 juga diharapkan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata religi dan budaya di Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran wisatawan dan para perantau diproyeksikan dapat ikut menggerakkan aktivitas perekonomian masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat mengajak masyarakat Padang Pariaman, masyarakat Sumatera Barat, para perantau, serta wisatawan untuk menghadiri dan memeriahkan Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadiri dan menyemarakkan Mauluik Gadang 2026. Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta melestarikan adat dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Padang Pariaman," ajak Bupati dan Wakil Bupati.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman optimistis penyelenggaraan Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 akan menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat. Selain memperkuat syiar Islam dan melestarikan budaya lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan mendukung suksesnya Padang Pariaman 100 Festival sebagai agenda unggulan daerah.
Melalui pelaksanaan festival tersebut, potensi budaya, religi, dan pariwisata Kabupaten Padang Pariaman diharapkan semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional. Dengan demikian, Mauluik Gadang 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat identitas daerah serta mendorong perkembangan sektor budaya dan pariwisata. (*)















