Pelajar SMK 3 Pariaman Hanyut Saat Mandi usai Pulang Sekolah, Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan evakuasi seorang pelajar SMK 3 Pariaman yang hanyut di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Tim SAR gabungan mengevakuasi pelajar SMK 3 Pariaman, Farid (15) yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut saat mandi bersama teman-temannya di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Jumat (7/8/2026) sore. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com - Nasib tragis dialami seorang pelajar SMK 3 Pariaman bernama Farid (15). Ia hanyut saat mandi bersama teman-temannya di kawasan Desa Apar, Jalan Siti Manggopoh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026) sore.

Farid yang merupakan warga Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman, dilaporkan hanyut setelah mandi-mandi bersama teman-temannya sepulang sekolah.

Operasi pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan setelah warga menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

"Informasi mengenai kejadian pertama kali diterima dari Dios yang merupakan anggota PMI pada Jumat (7/8/2026) pukul 17.15 WIB," katanya.

Lokasi kejadian, kata Malik, berada di Desa Apar, Jalan Siti Manggopoh, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, pada koordinat 00°35'52.7"S 100°06'26.7"E.

Dari Kantor SAR Padang, lokasi tersebut berjarak sekitar 33,23 kilometer dalam garis lurus dengan radial 313,14 derajat ke arah barat laut.

Sementara itu, jarak melalui jalur darat dari Kantor SAR Padang menuju lokasi kejadian mencapai sekitar 38 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

"Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Farid mandi bersama teman-temannya setelah pulang sekolah. Namun, kegiatan tersebut berubah menjadi kepanikan. Teman-teman Farid kemudian melaporkan kepada warga bahwa korban hanyut. Warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian," ungkap Kepala Kantor SAR Padang.

Upaya pencarian oleh warga berlangsung sebelum laporan diteruskan kepada unsur SAR. Hingga laporan awal dibuat, korban belum ditemukan.

"Pencarian tidak berlangsung lama setelah kedatangan tim SAR. Pada pukul 18.08 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Namun, kondisi Farid saat ditemukan dinyatakan meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Pariaman," ungkapnya.

Operasi pencarian dan evakuasi Farid melibatkan sejumlah unsur. Selain Kantor SAR Padang, pencarian juga didukung BPBD Kota Pariaman, TNI, Polri, PMI, TAGANA, Satpol PP, nelayan setempat serta masyarakat.

Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan berbagai peralatan untuk mendukung pencarian dan evakuasi. Peralatan tersebut antara lain Rescue Car Double Cabin, LCR, Pal SAR Air, Pal Medis, Pal Komunikasi, Pal SAR lainnya, Aqua Eye, serta Drone Thermal.

Masyarakat dapat melaporkan kejadian membahayakan manusia ke Kantor SAR Padang yang berada di Jalan Bypass KM 25, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) atau dengan layanan darurat nasional 115.

Kantor SAR Padang juga mencantumkan nomor kontak (0751) 484534 dan 0813-7700-0115 serta alamat surat elektronik (surel) atau e-mail di alamat padang.basarnas@gmail.com. (*)

Baca Juga

Tim SAR Mentawai menangani laporan kapal bagan KM Jamcha 01 yang kandas dan mengalami kebocoran di perairan Pulau Malilimok.
10 Awak KM Jamcha 01 Selamat, Penarikan Kapal Kandas di Mentawai Batal
Tim gabungan Pemerintah Kota Padang melakukan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Wali Kota Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan, Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang Dipercepat
Kapal bagan JAMCHA 01 yang dilaporkan kandas dan mengalami kebocoran di perairan sekitar Pulau Malilimok, Kepulauan Mentawai.
Kapal Bagan Kandas di Perairan Mentawai, Korban 10 Orang
Petugas memantau dampak hujan deras yang memicu luapan Sungai Batang Tumayo dan longsor di Kabupaten Agam.
Sungai Batang Tumayo Agam Meluap, Rumah Warga Dilaporkan Terendam
Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Tim SAR gabungan menyelesaikan operasi pencarian korban banjir bandang Solok setelah korban kedua, Agusra, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).
Korban Kedua Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gabungan Tetap Siaga