Sumbardaily.com, Padang - Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat (Biro Adpim Setdaprov Sumbar) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas aparatur sekaligus mendukung agenda besar pemerintah daerah.
Pada Selasa (2/9/2025), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur yang dipusatkan di Aula Kantor Gubernur Sumbar.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengimplementasikan proyek perubahan bertema “Membangun Citra Positif Petani dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Pangan dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi”.
Tema tersebut pertama kali digagas oleh eks Kepala Biro Adpim, Mursalim, dan kini diteruskan oleh pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro, Dirse Novera.
Dalam sambutannya, Dirse Novera menekankan bahwa Bimtek kali ini memiliki dua tujuan utama.
Pertama, meningkatkan kapasitas aparatur Biro Adpim, khususnya dalam penyiapan materi publikasi dan komunikasi publik.
Kedua, mempersiapkan implementasi proyek perubahan yang menjadi salah satu program prioritas biro.
“Tujuan Bimtek ini ada dua, pertama untuk meningkatkan kapasitas aparatur Biro Adpim, dan yang kedua untuk persiapan implementasi proyek perubahan yang digagas pimpinan sebelumnya,” ujar Dirse.
Menurutnya, publikasi dan komunikasi publik yang kuat akan menjadi fondasi dalam menyukseskan agenda pembangunan, khususnya dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi Sumbar.
Proyek perubahan yang diusung Biro Adpim berfokus pada pembangunan citra positif petani. Ide dasarnya sederhana, yakni memperbaiki cara masyarakat memandang profesi petani, dari pekerjaan tradisional yang kerap dianggap kurang bergengsi, menjadi profesi strategis, modern, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Strategi komunikasi publik yang efektif menjadi kunci dalam mengkampanyekan program pemerintah, termasuk dalam membangun citra positif petani. Ketika ingin mengajak masyarakat, tentu kita harus meyakinkan mereka dengan bukti nyata,” kata Dirse.
Karena itu, dalam kegiatan Bimtek ini, Biro Adpim melibatkan petani milenial yang dinilai berhasil mengembangkan usahanya sekaligus aktif membangun branding melalui media sosial (medsos)
Melibatkan Petani Milenial
Bagi Dirse, pelibatan petani milenial merupakan strategi jitu. Di tengah era digital, citra positif petani bisa diperkuat melalui testimoni dan pengalaman nyata yang dibagikan generasi muda.
“Dalam kegiatan ini kami melibatkan para petani milenial yang sudah terbukti sukses dan aktif bermedia sosial sebagai mitra,” tegasnya.
Kehadiran petani milenial diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi aparatur sekaligus bukti bahwa sektor pertanian tetap relevan dan menjanjikan, terutama jika dipadukan dengan inovasi digital.
Bimtek tersebut digelar selama dua hari, tanggal 2 hingga 3 September 2025. Peserta berjumlah 25 orang, seluruhnya berasal dari internal Biro Adpim.
Adapun narasumber berasal dari kalangan praktisi komunikasi, akademisi, hingga petani milenial yang telah sukses membangun brand personal dan mengelola usaha pertanian modern.
Selain materi dari akademisi dan praktisi, petani milenial juga dihadirkan untuk berbagi pengalaman yang akan memperkuat strategi rebranding citra petani di Sumbar.
Untuk mendukung implementasi proyek perubahan, Bimtek ini menyajikan materi-materi yang relevan dengan tantangan komunikasi publik saat ini.
Materi tersebut mencakup teknik dasar fotografi dan videografi untuk kebutuhan konten digital.
Kemudian, desain grafis untuk media sosial agar pesan pemerintah dapat tersampaikan dengan lebih menarik.
Selanjutnya, pelatihan penulisan siaran pers instansi pemerintah sehingga publikasi kegiatan dapat lebih terstruktur dan profesional.
Semua materi ini diarahkan agar aparatur Adpim semakin sigap dalam mengelola informasi dan mendukung program pembangunan, khususnya yang terkait dengan citra positif petani.
Lebih jauh, Bimtek ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang memperkuat kapasitas aparatur pemerintah daerah.
Aparatur dituntut tidak hanya piawai dalam administrasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi.
Di era keterbukaan informasi, aparatur dituntut responsif dan kreatif. Publik tidak hanya ingin membaca data, tetapi juga membutuhkan narasi yang menarik, visual yang memikat, serta bukti nyata dari kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Biro Adpim menilai rebranding petani sangat penting. Profesi ini harus dipandang sebagai pilar ketahanan pangan nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Selama ini, stigma yang melekat pada profesi petani kerap menghambat regenerasi. Banyak generasi muda enggan terjun ke dunia pertanian karena dianggap tidak menjanjikan.
Dengan strategi komunikasi publik yang tepat, stigma itu bisa dihapuskan. Apalagi kini semakin banyak petani muda yang sukses memadukan teknologi digital, pemasaran online, dan inovasi pertanian berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya para petani.
Biro Adpim sebagai motor komunikasi pemerintah memiliki peran ganda: menyampaikan program pembangunan kepada publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat untuk disampaikan ke jajaran pimpinan.
Dengan demikian, proyek perubahan yang diusung tidak berhenti sebatas wacana, melainkan benar-benar menjadi gerakan bersama membangun citra positif petani.
Citra petani diharapkan semakin kuat di mata publik. Dengan dukungan komunikasi publik yang baik, profesi petani dapat lebih dihargai, sehingga generasi muda tidak lagi ragu untuk memilih sektor ini sebagai jalan hidup.
Selain itu, peningkatan kapasitas aparatur yang diperoleh dari Bimtek akan terus berguna dalam mendukung tugas sehari-hari, baik dalam penyusunan publikasi, penyampaian informasi, maupun dalam implementasi proyek perubahan lainnya. (adl)
















