Status Waspada, Badan Geologi Catat Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi

Status Waspada, Badan Geologi Catat Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi

Peta rekomendasi Gunung Marapi Level III Siaga (Foto: Dok PVMBG)

Sumbardaily.com, Padang – Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid AN, menyampaikan hasil evaluasi terkini mengenai aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) yang menunjukkan peningkatan signifikan, meski statusnya tetap pada Level II (Waspada).

Berdasarkan pemantauan periode 16-31 Oktober 2024, tercatat adanya aktivitas erupsi dengan kolom abu mencapai ketinggian 800-2.000 meter di atas puncak.

"Aktivitas dominan berupa hembusan dengan tinggi asap maksimum 400 meter di atas puncak, disertai erupsi dengan tinggi abu letusan maksimum 2.000 meter," jelas Wafid melalui keterangan tertulis dikutip Selasa (5/11/2024).

Data seismik menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan, dengan rincian 7 gempa letusan, 159 gempa hembusan, 1 gempa Low Frequency, 22 gempa vulkanik dangkal, 37 gempa vulkanik dalam, 17 gempa tektonik lokal, dan 27 gempa tektonik jauh. Tremor menerus juga terekam sejak 27 Oktober 2024 dengan amplitudo 0,5-2 milimeter.

"Peningkatan gempa letusan dan hembusan mengindikasikan adanya pelepasan energi akibat akumulasi dalam dua minggu sebelumnya, yang berkaitan dengan pasokan magma dari kedalaman," ungkap Wafid.

Analisis lebih lanjut mengungkapkan adanya tanda-tanda inflasi atau penggembungan pada tubuh gunung api sejak 27 Oktober 2024, meskipun laju emisi gas SO2 masih terdeteksi rendah, yaitu 24 ton per hari pada 28 Oktober 2024.

Menghadapi kondisi ini, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting:

  1. Larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek)
  2. Waspada terhadap potensi lahar, terutama saat musim hujan
  3. Penggunaan masker saat terjadi hujan abu
  4. Menghindari penyebaran hoaks dan mengikuti arahan pemerintah daerah
  5. Koordinasi aktif antara pemerintah daerah dengan PVMBG

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui berbagai platform resmi, termasuk website Badan Geologi, PVMBG, Magma Indonesia, serta media sosial PVMBG.

"Evaluasi status aktivitas akan dilakukan secara berkala atau segera jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," tegas Wafid. Rekomendasi ini berlaku hingga terbitnya laporan evaluasi berikutnya.

Status Waspada ini telah berlaku sejak 1 Juli 2024, setelah diturunkan dari Level III (Siaga). Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena aktivitas erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama jika terjadi peningkatan pasokan magma dan gas dari kedalaman. (red)

Baca Juga

Perbaikan Jembatan hingga Operasi 24 Jam, Cara Sumbar Atasi Masalah Antrean BBM
Perbaikan Jembatan hingga Operasi 24 Jam, Cara Sumbar Atasi Masalah Antrean BBM
Menkes Soroti Bahaya Pola Makan Buruk, Ajak Anak Muda Pilih Pangan Lokal
Menkes Soroti Bahaya Pola Makan Buruk, Ajak Anak Muda Pilih Pangan Lokal
Registrasi SIM Pakai Verifikasi Wajah Kini Berlaku di Semua Operator, Kemkomdigi Terus Awasi
Registrasi SIM Pakai Verifikasi Wajah Kini Berlaku di Semua Operator, Kemkomdigi Terus Awasi
DPR Usulkan RUU Perampasan Aset Dapat Digunakan Menindak Kejahatan Judi Online
DPR Usulkan RUU Perampasan Aset Dapat Digunakan Menindak Kejahatan Judi Online
Sejumlah pejabat Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat berfoto bersama di depan tumpukan uang tunai yang disita sebagai barang bukti dalam konferensi pers di Kantor Kejati Sumbar, Kota Padang.
Update Kejati Sumbar: Sita Rp3 Miliar di Kasus Dermaga Bajau, Pengawas Jembatan Sikabu Resmi Ditahan
Mulai 2026, Indonesia Peringati Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tiap 13 Juli
Mulai 2026, Indonesia Peringati Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Tiap 13 Juli