Sumbardaily.com - Solok Selatan terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran dengan memperluas program pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) meningkatkan jumlah paket pelatihan sekaligus jumlah pesertanya setelah memperoleh dana apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran.
Program tersebut dijalankan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat yang akan memasuki dunia kerja. Selain mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing, pelatihan juga diarahkan untuk melahirkan wirausahawan yang mampu membangun usaha secara mandiri.
Kepala Disnakertrans Solok Selatan, Joni Firmansyah, mengatakan jumlah pelatihan pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan tersebut didukung oleh dana apresiasi yang diterima pemerintah daerah sebagai penghargaan atas capaian dalam menurunkan angka pengangguran.
"Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menerima dana apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk penghargaan atas kinerja daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran. Dana apresiasi tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan program peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi," kata Joni dicuplik, Kamis (9/7/2026).
Menurut Joni, pemanfaatan dana apresiasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor ketenagakerjaan. Program itu juga diharapkan mampu mempertahankan capaian penurunan angka pengangguran melalui kegiatan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pada tahun ini, Disnakertrans menyediakan 12 paket pelatihan yang mencakup berbagai bidang sesuai kebutuhan dunia kerja dan potensi daerah. Jenis pelatihan yang diselenggarakan meliputi pengoperasian ekskavator, tata boga, kelistrikan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), desain grafis, menjahit, hingga barista.
Bertambahnya jumlah paket pelatihan juga berdampak pada peningkatan jumlah peserta. Dalam setiap paket pelatihan, terdapat 17 orang peserta yang mengikuti proses pembelajaran dan praktik sesuai bidang yang dipilih.
Joni menjelaskan seluruh jenis pelatihan telah disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja sehingga kompetensi yang diperoleh peserta dapat lebih sesuai dengan peluang kerja yang tersedia maupun potensi ekonomi di Solok Selatan.
Selain menyelenggarakan pelatihan secara rutin setiap tahun, Disnakertrans juga memperluas kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mendukung keberlanjutan program setelah peserta menyelesaikan pelatihan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru.
"Kami melakukan kerja sama dengan Dinas Perindagkop dan UKM untuk berlanjutnya usaha dari peserta pelatihan. Selain itu juga memiliki kerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada dan beroperasi di Solok Selatan, juga ada kesepakatan dengan Japan Training Center (JTC) dan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)," terangnya.
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah pelatihan seperti barista, TIK, menjahit, dan perbengkelan secara rutin menjadi bagian dari program BLK. Di samping itu, BLK juga menyelenggarakan pelatihan pengoperasian ekskavator, scaffolding, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun manajerial para pencari kerja sebelum memasuki dunia kerja.
Melalui berbagai pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap kualitas sumber daya manusia terus meningkat sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus memperluas kesempatan kerja di daerah.
"Melalui program ini, diharapkan tercipta tenaga kerja yang lebih kompeten, produktif, dan memiliki daya saing, sehingga mampu memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," tutupnya. (*)















