Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) resmi memulai pengembangan wisata alam pendakian Gunung Kerinci melalui wilayah Solok Selatan.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menjadi dasar pengelolaan jalur pendakian baru sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Kesepakatan tersebut mengatur pengembangan kawasan wisata alam pendakian seluas 55 hektare yang berada di sebagian zona pemanfaatan, zona rehabilitasi, serta zona rimba Taman Nasional Kerinci Seblat di Kecamatan Sangir. Perjanjian kerja sama itu memiliki masa berlaku selama empat tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan, pembangunan jalur pendakian baru tidak hanya bertujuan memberikan alternatif akses menuju puncak Gunung Kerinci. Menurutnya, proyek tersebut juga dirancang agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat setempat.
"Pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan kami siapkan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. Tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan usaha bagi masyarakat, mulai dari jasa pemandu, porter, homestay, kuliner, transportasi hingga produk UMKM lokal," kata Khairunas dicuplik Rabu (15/07/2026).
Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak menyepakati sejumlah ruang lingkup kerja sama. Program yang akan dijalankan meliputi pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata, peningkatan kualitas jalur pendakian, promosi destinasi wisata, hingga pemberdayaan masyarakat agar menjadi pelaku utama dalam pengembangan kawasan wisata alam tersebut.
Seluruh proses pembangunan nantinya tetap mengacu pada ketentuan konservasi yang berlaku di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Dengan demikian, pengembangan destinasi wisata dilakukan tanpa mengganggu fungsi utama kawasan konservasi.
Gunung Kerinci sendiri dikenal sebagai atap Pulau Sumatera dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga menjadi salah satu dari tujuh puncak dalam daftar Seven Summits Indonesia yang selama ini menjadi tujuan favorit para pendaki dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Kehadiran jalur pendakian melalui Solok Selatan diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi para pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Kerinci. Selain memperluas akses wisata, keberadaan jalur tersebut juga diproyeksikan mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Jalur pendakian ini menawarkan panorama hutan hujan tropis Taman Nasional Kerinci Seblat yang masih terjaga keasriannya. Keindahan bentang alam tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung melalui jalur Solok Selatan.
Pemerintah daerah juga menilai berkembangnya aktivitas wisata akan mendorong tumbuhnya berbagai sektor usaha masyarakat. Peluang tersebut mencakup jasa pemandu wisata, porter, penyedia penginapan atau homestay, transportasi, usaha kuliner, hingga pengembangan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Selain melakukan pendakian, wisatawan nantinya juga diharapkan dapat menikmati kekayaan alam, budaya, serta keramahan masyarakat Solok Selatan. Kehadiran wisatawan diproyeksikan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pengembangan wisata alam pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam mewujudkan visi peningkatan ekonomi kerakyatan. Optimalisasi potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan daerah dengan tetap menjaga kelestarian kawasan konservasi. (*)
















