Sumbardaily.com - Capaian pendataan Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) di Kabupaten Solok Selatan menembus 100,02 persen. Angka tersebut mengantarkan progress pendataan daerah itu ke peringkat 22 nasional.
Tak hanya itu, BPS Solok Selatan juga mencatat hasil tinggi dalam penilaian Indeks Keberhasilan Sensus (IKS) paruh waktu. BPS Solok Selatan berhasil menempati peringkat 6 nasional.
Capaian tersebut menjadi hasil dari proses pendataan yang melibatkan BPS, mitra pendataan, pemerintah kabupaten hingga perangkat di tingkat jorong.
Kepala BPS Solok Selatan Roby menjelaskan, angka 100,02 persen tersebut merupakan capaian data yang telah diinput dari total progres pendataan usaha dan keluarga dalam trail list.
Dengan capaian itu, Solok Selatan berada di posisi 22 nasional dari sisi progress pendataan.
"Kemudian juga dari sisi indeks keberhasilan sensus (IKS) paruh waktu, penilaian paruh waktu BPS Solok Selatan mendapat peringkat 6 nasional," kata Roby dalam kesempatan yang sama.
Peringkat tersebut tidak diperoleh hanya dari jumlah data yang berhasil dikumpulkan. Ada sejumlah indikator yang menjadi bagian dalam penilaian IKS.
Roby menyebut faktor tersebut antara lain jumlah usaha besar yang berhasil didata. Kemudian ada persentase usaha menengah yang berhasil didata serta persentase usaha menengah kecil yang berhasil didata.
Penilaian juga mempertimbangkan persentase nilai error data yang muncul. Selain itu, tingkat ketimpangan kecepatan sensus antar-kecamatan turut menjadi salah satu faktor pendukung.
Artinya, capaian BPS Solok Selatan dalam IKS tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak data yang berhasil masuk. Kecepatan dan pemerataan proses sensus antar-kecamatan serta kualitas data juga menjadi bagian dari penilaian.
Pelaksanaan pendataan tersebut sebelumnya menghadapi tantangan tersendiri. Salah satunya kondisi wilayah Solok Selatan yang masih memiliki sejumlah daerah dengan akses yang sulit.
Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. H. Syamsurizaldi mengatakan pendataan secara menyeluruh bukan pekerjaan mudah dengan kondisi wilayah tersebut.
Namun, kerja bersama antara BPS, mitra, pemerintah daerah dan unsur pemerintahan di tingkat jorong membantu mengatasi berbagai kendala di lapangan.
Ia memberikan apresiasi kepada petugas BPS dan seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan pendataan. Apresiasi juga diberikan kepada para Kepala Jorong yang mendampingi petugas serta memberikan dukungan selama proses berlangsung.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada petugas BPS dan kawan-kawan mitra yang sudah melakukan pendataan sensus ekonomi nasional ke bawah dan yang terlebih lagi kita berterima kasih jorong di lapangan yang mensuport, memfasilitasi mendampingi," kata Syamsurizaldi dicuplik resmi, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi lapangan yang tidak mudah.
Terutama karena masih terdapat wilayah di Solok Selatan yang memiliki akses sulit. Dukungan dari tingkat jorong membantu petugas dalam proses pendataan hingga capaian yang diperoleh berada di jajaran atas secara nasional.
Roby mengatakan secara garis besar proses pendataan Susenas saat ini telah selesai. Meski demikian, masih terdapat sejumlah usaha yang belum terdata.
Usaha yang belum didata tersebut dapat disebabkan berbagai kendala. BPS Solok Selatan masih memberikan kesempatan kepada usaha yang belum terdata untuk menyampaikan laporan.
Masyarakat dapat melaporkan usaha yang belum didata melalui kanal yang telah disiapkan BPS Solok Selatan, termasuk melalui media sosial.
Setelah laporan diterima, BPS akan menindaklanjutinya dengan mengirimkan petugas ke lokasi usaha atau rumah yang dilaporkan.
"Mereka bisa melapor di kanalnya sudah kami bikin juga di medsos melapor bahwa mereka belum didata. Nanti silakan hubungi kanalnya kami petugas akan kami kirim ke rumah mereka," tutup Roby.
Dengan capaian input data sebesar 100,02 persen, progress pendataan usaha dan keluarga dalam trail list di Solok Selatan tercatat berada di peringkat 22 nasional.
Sementara dari sisi IKS paruh waktu, BPS Solok Selatan berada di peringkat 6 nasional. Capaian itu turut didukung pendataan usaha besar, usaha menengah, usaha menengah kecil, tingkat error data serta kecepatan sensus antar-kecamatan.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan proses pendataan di Solok Selatan tidak hanya mengejar jumlah data yang masuk, tetapi juga dipengaruhi sejumlah indikator dalam penilaian keberhasilan sensus. (*)
















