Sumbardaily.com, Padang - Peristiwa kebakaran menghanguskan satu rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan padat penduduk, Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (21/2/2026) siang.
Insiden yang terjadi saat masyarakat tengah menjalankan Puasa Ramadan 1447 Hijriah itu sempat menggegerkan warga karena api terlihat membesar di siang bolong.
Informasi yang dihimpun dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang menyebutkan, laporan kejadian diterima pada pukul 14.19 WIB. Satu menit berselang, tepatnya pukul 14.20 WIB, unit langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi mengatakan, objek yang terbakar merupakan satu unit rumah milik aparatur sipil negara (ASN).
Rumah tersebut diketahui milik Elsis Mareta Endriyenti (40). Saat kejadian, rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga dengan tiga orang penghuni.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi bernama Andrizky (42), yang juga berprofesi sebagai PNS. Ia melihat api sudah membesar dari arah kamar belakang rumah. Menyadari situasi berbahaya, saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Damkar Padang.
“Api sudah membesar dari arah kamar belakang rumah,” katanya.
Lokasi kebakaran, katanya, berada di RT 001 RW 005, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Kawasan tersebut dikenal sebagai permukiman padat dengan akses jalan yang relatif sempit dan ramai aktivitas masyarakat.
"Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra saat proses pemadaman berlangsung. Dinas Damkar Padang mengerahkan enam armada dengan total 70 personel ke lokasi kejadian. Petugas berjibaku agar api tidak merembet ke bangunan lain yang jaraknya berdekatan," ujar Rinaldi.
Tercatat ada enam bangunan di sekitar lokasi yang berpotensi terdampak dengan luas area sekitar 1.000 meter persegi. Berkat kesigapan petugas, potensi kerugian lebih besar berhasil ditekan.
Dalam peristiwa ini, satu rumah mengalami rusak berat dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai lebih kurang 400 meter persegi.
"Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Tiga penghuni rumah juga tidak mengalami luka dan tidak ada laporan pengungsian," kata Rinaldi.
Kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp500 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan dari potensi kebakaran lebih luas ditaksir senilai lebih kurang Rp1 miliar.
"Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang," katanya.
Dinas Damkar Padang mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran atau keadaan darurat melalui layanan Padang Sigap 112 maupun Mako Damkar 113. (adl)
















