Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang mencatat 24 kejadian gempabumi sepanjang 31 Oktober hingga 6 November 2025 di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan sekitarnya.
Seluruh gempa yang terjadi memiliki magnitudo relatif kecil sehingga tidak menimbulkan guncangan yang dirasakan masyarakat.
Aktivitas ini terutama dipicu oleh pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di zona subduksi Mentawai, serta pergerakan Sesar Sumatera yang membentang di sepanjang daratan Pulau Sumatera.
Kedua sumber tektonik ini menjadi penyebab utama aktivitas kegempaan di wilayah barat Sumatera.
Didominasi Gempa Bermagnitudo Rendah dan Dangkal
Dari total 24 gempa, sebanyak 17 kejadian memiliki magnitudo di bawah 3, sementara 7 lainnya berkisar antara magnitudo 3 hingga 5. Tidak ada aktivitas gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 5 selama periode pemantauan tersebut.
Gempa dengan magnitudo tertinggi tercatat 4,3, sedangkan yang terendah sebesar 1,9. Sebagian besar kejadian juga tergolong gempa dangkal, yakni berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer (km).
Dari total kejadian, 20 gempa termasuk kategori dangkal dan 4 gempa lainnya memiliki kedalaman antara 60 hingga 300 km.
Tidak ditemukan aktivitas gempa yang bersumber dari kedalaman lebih dari 300 km. Secara keseluruhan, kedalaman maksimum yang terukur mencapai 180 km, sementara kedalaman minimum hanya 2 km. (fru)
















