Sumbardaily.com - Kemampuan anak dalam bergerak kini menjadi perhatian dalam sebuah riset lintas negara yang dilakukan Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Penelitian tersebut tidak hanya melihat kemampuan fisik anak, tetapi juga mengkaji kaitannya dengan capaian matematika.
Riset kolaborasi internasional itu melibatkan SD Pembangunan Laboratorium UNP sebagai mitra penelitian. Tim peneliti membandingkan kemampuan motorik anak dengan capaian matematika untuk melihat keterkaitan antara aspek fisik-motorik dan kemampuan kognitif.
Perwakilan UPSI Malaysia, Dr. Abdul Muiz Nor Azmi, mengatakan kapasitas fisik dan stimulasi motorik perlu diperhatikan sejak anak berada pada usia dini. Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi dasar bagi perkembangan anak pada masa mendatang.
“Kapasitas fisik dan stimulasi motorik anak hari ini harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan agar dapat menjadi modalitas serta fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang masa depan mereka,” ujar Dr. Abdul Muiz dilansir unp Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, kemampuan gerak anak merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian. Stimulasi motorik yang diberikan sejak dini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas fisik anak sekaligus mendukung proses tumbuh kembangnya.
Dalam riset tersebut, kemampuan motorik anak menjadi salah satu objek yang dikaji bersama capaian matematika. Penelitian ini mempertemukan bidang yang berkaitan dengan kemampuan fisik dan perkembangan kognitif anak dalam satu kajian.
Kolaborasi penelitian melibatkan tim dari UNP yang dipimpin Dr. Andri Gemaini, S.Si., M.Pd. Tim tersebut terdiri atas kandidat doktor Heru Andika, M.Pd. dan Firunika Intan Cahyani, M.Or. Dari pihak UPSI Malaysia, penelitian melibatkan Dr. Abdul Muiz Nor Azmi.
Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP, Yasmadewi, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan riset yang dilakukan di sekolah tersebut. Ia menilai perkembangan anak tidak cukup dilihat hanya dari satu sisi.
Aspek fisik-motorik dan kemampuan kognitif, menurut Yasmadewi, merupakan bagian perkembangan anak yang saling berkaitan. Karena itu, penelitian yang melihat kedua aspek tersebut secara bersamaan dinilai penting untuk mendapatkan gambaran perkembangan anak secara lebih menyeluruh.
Pelaksanaan riset juga melibatkan guru olahraga SD Pembangunan Laboratorium UNP. Guru olahraga sekolah memberikan dukungan dalam proses pengambilan data penelitian yang dilakukan oleh tim kolaborasi UNP dan UPSI Malaysia.
Dr. Andri Gemaini berharap kerja sama akademik antara UNP dan UPSI dapat terus dikembangkan. Salah satu bidang yang diharapkan semakin kuat melalui kolaborasi tersebut adalah ilmu keolahragaan.
Menurutnya, hasil penelitian yang dilakukan melalui kerja sama lintas negara itu diharapkan dapat menjadi pijakan untuk pengembangan penelitian berikutnya. Kolaborasi tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas riset antaruniversitas di tingkat internasional.
Riset ini sekaligus menempatkan aktivitas fisik anak sebagai salah satu bagian yang penting dalam mendukung tumbuh kembang. Peningkatan kapasitas fisik dan stimulasi motorik sejak dini dipandang sebagai modalitas serta fondasi yang dapat mendukung perkembangan anak di masa depan.
Kolaborasi UNP dan UPSI tersebut juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Fokus tersebut berkaitan dengan upaya mendukung tumbuh kembang anak melalui peningkatan aktivitas fisik serta perhatian terhadap aspek kesehatan sejak usia dini. (*)
















