Sumbardaily.com, Padang – Semen Padang FC memperkuat sektor penjaga gawang dengan mendatangkan kembali Rendy Oscario Sroyer, kiper yang sebelumnya membela Persebaya Surabaya.
Pemain kelahiran 7 Oktober 1998 itu direkrut dengan status pinjaman dan diharapkan menjadi solusi krusial bagi lini pertahanan Kabau Sirah pada kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Kepulangan Rendy ke Indarung memiliki makna emosional sekaligus strategis. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu bukan sosok baru bagi Semen Padang FC. Ia merupakan produk pembinaan internal klub yang tumbuh dan berkembang sejak usia muda.
Rendy menempuh pendidikan sepak bola di Akademi Semen Padang pada periode 2013 hingga 2016, sebelum naik kelas ke tim Semen Padang U-21 pada tahun yang sama.
Perkembangan pesat membawa Rendy promosi ke tim senior pada 2017. Namun, musim debutnya di level tertinggi tidak berjalan sesuai harapan.
Pada akhir kompetisi, Semen Padang FC harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Liga 1. Meski menghadapi situasi sulit, Rendy memilih bertahan dan terus berjuang bersama tim.
Kesetiaan tersebut berbuah hasil positif dua tahun berselang. Pada musim 2019, Rendy turut berkontribusi dalam keberhasilan Semen Padang FC kembali promosi ke Liga 1.
Penampilannya yang konsisten di bawah mistar gawang juga membuat namanya masuk dalam proyeksi penjaga gawang Timnas Indonesia untuk ajang SEA Games, sebuah pencapaian penting dalam kariernya.
Setelah beberapa musim menimba pengalaman bersama Persebaya Surabaya, Rendy kini kembali ke klub yang membesarkan namanya.
Manajemen Semen Padang FC menilai pengalaman dan kematangan permainan Rendy menjadi modal penting untuk menghadapi ketatnya persaingan di BRI Super League 2025/2026.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan stabilitas pertahanan sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi tim.
Dengan kombinasi pengalaman, ikatan emosional dengan klub, serta pemahaman karakter permainan Kabau Sirah, Rendy Oscario diproyeksikan berperan penting dalam upaya Semen Padang FC menjauh dari zona degradasi dan kembali bersaing secara kompetitif di kasta tertinggi sepak bola nasional. (red)
















