Sumbardaily.com, Padang - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap satu korban terseret ombak di Pantai Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/10/2025) pagi.
Korban diketahui bernama Marsel (17), seorang pelajar yang berdomisili di Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat.
Kepala Kantor SAR Padang atau SAR Rescue Coordinator (SRC) Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya menerima laporan awal dari Pusat Kendali Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kota Padang pada Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 18.15 WIB.
Informasi menyebutkan bahwa seorang remaja terseret arus laut saat mandi-mandi di kawasan Pantai Padang.
“Begitu menerima laporan, tim langsung diberangkatkan pukul 18.25 WIB menuju lokasi kejadian dengan 4 personel KPP Padang dan 4 personel menggunakan RIB. Kondisi cuaca saat itu hujan dan badai, sehingga menjadi tantangan dalam pencarian,” kata Abdul Malik.
Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°57'33.61"S-100°21'6.66"E, berjarak sekitar 20,5 kilometer dari Kantor SAR Padang. Operasi SAR malam itu sempat terkendala karena kondisi gelap, hujan, dan badai yang mengurangi jarak pandang.
Pencarian dilanjutkan pada hari kedua, Senin (20/10/2025), dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Tim dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran laut di beberapa sektor, mencakup area pencarian seluas 15 nautical mile persegi.
“Pada pukul 07.30 WIB, korban atas nama Mersel ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi ke rumah duka,” ujar Abdul Malik.
Operasi SAR melibatkan 10 personel Kantor SAR Padang dan puluhan unsur gabungan, termasuk TNI, Polairud, BPBD, Damkar, Satpol PP, PMI, KSB Padang Barat, tim jetski Seadoo, serta masyarakat.
Sejumlah peralatan juga dikerahkan seperti Rescue Car, RIB 02, RIB Satrol, perahu nelayan, drone thermal, Aqua Eye, dan peralatan medis.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 08.05 WIB. Seluruh unsur SAR kembali ke satuan masing-masing setelah dilakukan briefing penutup.
Abdul Malik mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung pantai, agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama ketika kondisi cuaca tidak bersahabat.
“Musim penghujan disertai badai meningkatkan risiko kecelakaan laut. Kami minta masyarakat lebih waspada,” imbuhnya. (adl)
















