Progres Flyover Sitinjau Lauik Capai 17,11 Persen, Girder Pertama Berhasil Dipasang

Progres Flyover Sitinjau Lauik Capai 17,11 Persen, Girder Pertama Berhasil Dipasang

Progres Flyover Sitinjau Lauik mencapai 17,11 persen hingga 25 April 2026, girder pertama berhasil dipasang. (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com – Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan perkembangan signifikan dengan dimulainya pemasangan girder pertama yang menjadi tonggak penting percepatan proyek tersebut.

Tahapan ini menandai dimulainya konstruksi struktur utama jembatan yang dirancang lebih kokoh dan aman.

PT Hutama Karya (Persero) dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa pemasangan girder perdana dilakukan pada Jembatan 1.

Proses ini menjadi fase krusial dalam pembangunan karena menjadi fondasi awal pembentukan struktur jembatan secara keseluruhan.

Sepanjang April 2026, progres Flyover Sitinjau Lauik terus bergerak dengan total 18 girder berhasil dipasang pada tiga bentang jembatan.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap meskipun sempat dihadapkan pada tantangan cuaca. Namun demikian, pelaksanaan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan kualitas konstruksi.

Secara rinci, pemasangan girder dimulai pada 9 April 2026 dengan enam unit girder di Bentang P3-A2. Selanjutnya, enam girder kembali dipasang pada Bentang P2-P3 pada 14 dan 16 April 2026.

Kemudian, pada 17 dan 18 April 2026, enam girder lainnya terpasang di Bentang P1-P2.

Hingga 25 April 2026, progres keseluruhan proyek telah mencapai 17,11 persen. Sementara itu, target pemasangan girder selama April berhasil direalisasikan 100 persen sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk diketahui, proyek strategis penghubung Kota Padang dan Solok ini diketahui memiliki nilai investasi sekitar Rp2,79 hingga Rp2,8 triliun.

Pembangunan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh konsorsium PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Hutama Karya Infrastruktur.

Pada tahap awal, proyek ini mencakup pembangunan jembatan dan jalan dengan panjang sekitar 2,78 hingga 2,8 kilometer.

Infrastruktur ini dirancang untuk memperbaiki kondisi geometrik jalan di kawasan Sitinjau Lauik yang selama ini dikenal memiliki tanjakan curam.

Keberadaan flyover tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean panjang kendaraan, khususnya kendaraan logistik yang kerap melintasi jalur tersebut.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat meminimalisir penerapan sistem buka tutup jalan yang sering terjadi akibat kecelakaan maupun longsor saat curah hujan tinggi. (*)

Baca Juga

Viral Isu Menteri Pariwisata Pakai Sepatu di Masjid Raya Sumbar, Ini Fakta Sebenarnya
Viral Isu Menteri Pariwisata Pakai Sepatu di Masjid Raya Sumbar, Ini Fakta Sebenarnya
KAI Divre II Sumbar Perketat Mitigasi Risiko usai Kebijakan Penghentian Penjagaan Perlintasan Sebidang
KAI Divre II Sumbar Perketat Mitigasi Risiko usai Kebijakan Penghentian Penjagaan Perlintasan Sebidang
Penjagaan Perlintasan Kereta Api di Sumbar Dihentikan, 54 Titik Kini Tanpa Pengawasan
Penjagaan Perlintasan Kereta Api di Sumbar Dihentikan, 54 Titik Kini Tanpa Pengawasan
Oknum Polisi di Agam Diduga Cabuli Anak Tiri 15 Tahun, Korban Alami Trauma
Oknum Polisi di Agam Diduga Cabuli Anak Tiri 15 Tahun, Korban Alami Trauma
Penyelundupan Sabu 2,8 Kg Digagalkan di BIM, Satu Pelaku Kabur
Penyelundupan Sabu 2,8 Kg Digagalkan di BIM, Satu Pelaku Kabur
7.000 Hektare Sawah Terdampak di Sumbar, 62 Persen Sudah Direhabilitasi
7.000 Hektare Sawah Terdampak di Sumbar, 62 Persen Sudah Direhabilitasi