Premanisme jadi Target Operasi Pekat Singgalang 2026 di Pasar Raya Padang, 50 Orang Diamankan

Premanisme jadi Target Operasi Pekat Singgalang 2026 di Pasar Raya Padang, 50 Orang Diamankan

Puluhan preman di kawasan Pasar Raya Padang terjaring razia dalam Operasi Pekat Singgalang 2026, Sabtu (14/2/2026) siang. (Dok. Polresta Padang)

Sumbardaily.com, Padang - Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif terus digencarkan aparat kepolisian.

Pada Sabtu (14/2/2026) siang, jajaran Satreskrim dari Polresta Padang melaksanakan penertiban terhadap orang-orang yang diduga melakukan aksi premanisme di kawasan Pasar Raya Padang.

Kasubnit Riksa Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Singgalang 2026.

Operasi ini menyasar berbagai penyakit masyarakat, termasuk aktivitas yang berpotensi mengganggu rasa aman warga.

“Kami dari Polresta Padang, khususnya Satreskrim pada Sabtu (14/2/2026) siang melakukan penertiban terhadap orang-orang yang juga melakukan tindakan premanisme,” ujar Ipda Ryan Fermana.

Ia menambahkan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat, khususnya di pusat aktivitas ekonomi.

"Hal ini kami lakukan di dalam rangka menjalankan Operasi Pekat Singgalang 2026 dan juga kegiatan ini dilakukan supaya keamanan dan ketertiban bisa terwujud," katanya.

Dalam operasi tersebut, petugas menyisir empat titik utama di kawasan Pasar Raya Padang, yakni Air Mancur, Koppas Blok A, Pasar Raya Fase VI dan VII, serta kawasan Permindo.

Dari hasil penertiban, polisi mengamankan sekitar 50 orang untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. "Total jumlah yang kami amankan lebih kurang mencapai 50 orang," katanya.

Selain fokus pada penertiban premanisme, kepolisian juga menindaklanjuti informasi terkait keberadaan sosok 'Tuan Takur' di Pasar Raya Padang yang sempat disampaikan oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang disebut dalam video tersebut.

"Terkait keberadaan 'Tuan Takur' di Pasar Raya yang dilontarkan oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade, kami telah meminta keterangan dari oknum yang disebut di dalam video tersebut, sampai saat ini kami masih meminta keterangan, hingga saat ini sudah lima orang kami minta keterangannya," katanya.

Ipda Ryan menyampaikan, proses pemeriksaan masih berjalan. Pihaknya menunggu hasil pemeriksaan guna memastikan apakah terdapat indikasi pelanggaran atau perbuatan melawan hukum.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan, apakah ada terindikasi perbuatan atau pelanggaran di sana atau tidak kami masih menunggu hasil pemeriksaan itu selesai," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Petugas Satreskrim Polresta Padang memperlihatkan tersangka kasus pencurian komponen listrik ruko beserta barang bukti berupa pakaian yang dibeli menggunakan uang hasil penjualan kabel tembaga curian.
Pria di Padang Curi Tembaga di Ruko, Uang Hasil Curian Dipakai Belanja Pakaian
Demi Baju Baru, Pemuda di Padang Curi Komponen Listrik Ruko Senilai Rp20 Juta
Demi Baju Baru, Pemuda di Padang Curi Komponen Listrik Ruko Senilai Rp20 Juta
Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Padang memberikan pelatihan penggunaan software FET kepada peserta di SMP Adzkia Padang untuk menyusun jadwal pelajaran secara otomatis.
PNP Hadirkan Solusi Penjadwalan Otomatis di SMP Adzkia Padang Lewat Software FET
Kunjungi Jembatan Jaruai Bungus, Legislator Andre Rosiade Pastikan BBM Sumbar Tidak Langka
Kunjungi Jembatan Jaruai Bungus, Legislator Andre Rosiade Pastikan BBM Sumbar Tidak Langka
Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Padang Pariaman, Polisi Selidiki Penyebabnya
Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Padang Pariaman, Polisi Selidiki Penyebabnya
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal