Prabowo Bakal Tutup 700 BUMN Tak Produktif, Perusahaan Merugi Jadi Sasaran

Prabowo Bakal Tutup 700 BUMN Tak Produktif, Perusahaan Merugi Jadi Sasaran

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Sumbardaily.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan hingga 700 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak efisien dan tidak produktif sampai Desember 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah merampingkan jumlah perusahaan pelat merah sekaligus memusatkan pengelolaan aset negara pada usaha yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prabowo mengungkapkan, pemerintah telah melakukan konsolidasi dan penutupan sejumlah BUMN. Hingga malam sebelum pernyataan tersebut disampaikan, jumlah perusahaan yang telah dikonsolidasikan, ditutup, atau dirampingkan disebut mencapai sekitar 364 perusahaan.

“Dari 1.000 BUMN, 1.074, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining. Kita sudah kurang lebih 360, 364 ya, sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup. Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup. Konsentrasi kepada BUMN yang menghasilkan untuk rakyat,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Prabowo Ingin Pengelolaan Ekonomi Kembali ke UUD 1945

Prabowo menjelaskan, penataan BUMN merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola perekonomian nasional sesuai amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Menurut dia, persoalan kebocoran kekayaan negara telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, pemerintah berupaya melakukan perubahan agar pengelolaan kekayaan nasional berjalan lebih efektif. Namun, dia mengingatkan bahwa perbaikan tersebut membutuhkan waktu dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Sekian puluh tahun kekayaan kita bocor, luar biasa. Tapi kita sekarang berani. Kita ubah, kita kembali ke pasal 33 dan 34 Undang-Undang 1945. Pengalihan ini, perbaikan ini tidak bisa seketika,” ungkap Prabowo.

Kepala Negara menilai langkah pembenahan yang dilakukan selama dua tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Pemerintah, kata dia, tidak hanya menutup perusahaan yang terus merugi, tetapi juga mendorong BUMN yang sebelumnya kesulitan memperoleh keuntungan agar memperbaiki kinerja bisnisnya.

Prabowo menyebut terdapat perusahaan yang mampu mencatat peningkatan keuntungan hingga 200 persen, 300 persen, bahkan 900 persen. Capaian tersebut menjadi gambaran potensi perbaikan kinerja apabila perusahaan dikelola secara lebih efisien.

“Tapi kita sudah buktikan dalam 2 tahun kita bekerja, sudah kita buktikan. BUMN-BUMN yang rugi terus, kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung, sekarang sudah untung. Ada yang untung 900 persen, ada yang 200 persen, ada yang 300 persen. Kita bertekad sekarang untuk efisiensi,” ungkapnya.

Prabowo Minta Izin Perusahaan Pelanggar Karhutla Dicabut

Selain menyoroti BUMN, Prabowo menegaskan pemerintah harus bertindak tegas terhadap perusahaan pemegang konsesi yang melakukan pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia menyebut adanya indikasi sejumlah perusahaan asing ikut bertanggung jawab atas persoalan kebakaran hutan. Prabowo juga menyoroti dugaan pelanggaran berulang oleh perusahaan yang telah memperoleh konsesi selama belasan tahun.

Menurut dia, terdapat perusahaan yang disebut melakukan pelanggaran hingga tiga atau empat kali, bahkan ada yang mencapai 19 kali. Prabowo meminta pemerintah tidak terus memberikan toleransi apabila pelanggaran serupa kembali terjadi.

“Kebakaran hutan, ternyata ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi, sudah belasan tahun ada yang melanggar, 3 kali, 4 kali. Melanggar 3 kali, 4 kali, ada yang belasan kali, ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya udah gak usah lagi lah kalau 2 kali melanggar cabut aja,” imbuh Kepala Negara.

Pernyataan tersebut menegaskan dorongan Prabowo agar penegakan aturan terhadap pemegang konsesi dilakukan secara konsisten. Dia menginginkan pelanggaran berulang ditindak tegas, termasuk melalui pencabutan izin apabila pelanggaran terbukti.

Anak Muda Indonesia Didorong Kelola Perkebunan

Prabowo juga menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang dapat dipersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan perkebunan dan usaha lain yang selama ini dijalankan perusahaan pemegang konsesi.

Dia meminta pemerintah daerah bersama perguruan tinggi mengidentifikasi anak-anak muda yang memiliki kemampuan dan potensi untuk mengelola usaha tersebut. Pendidikan dan pembekalan keterampilan dinilai penting agar masyarakat Indonesia mampu mengelola sumber daya alam secara mandiri.

“Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas, cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang Indonesia nggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu. Mungkin lebih baik kita kelola daripada mereka karena kita cinta tanah air kita. Edukasi penting. Para gubernur, para bupati, edukasi. Harus kita ajarkan rakyat kita,” pungkas Prabowo.

Melalui pembenahan BUMN, penindakan terhadap perusahaan yang melanggar aturan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah mendorong pengelolaan aset dan kekayaan alam nasional agar lebih efisien. Prabowo menekankan pentingnya memastikan kegiatan usaha memberikan hasil nyata bagi rakyat sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat Indonesia dalam mengelola sumber daya di dalam negeri. (*)

Baca Juga

SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok Jadi 44,5 Persen pada Oktober 2026
SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok Jadi 44,5 Persen pada Oktober 2026
Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo, Sebut Tugasnya Bukan Sekadar Mengkritik
Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo, Sebut Tugasnya Bukan Sekadar Mengkritik
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Prabowo Bentuk BPGMN, Gandeng Ilmuwan Cegah Karhutla di 6 Provinsi
Prabowo Bentuk BPGMN, Gandeng Ilmuwan Cegah Karhutla di 6 Provinsi
20 Persen APBN Dinilai Cukup untuk Pendidikan Gratis SD hingga Kuliah
20 Persen APBN Dinilai Cukup untuk Pendidikan Gratis SD hingga Kuliah
Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru yang Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Baru yang Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa