Sumbardaily.com – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, persentase warga yang puas terhadap kinerja Prabowo merosot dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 44,5 persen pada Oktober 2026. Sebaliknya, mayoritas responden kini menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja presiden.
Temuan tersebut berasal dari survei bertajuk “Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo” yang dilaksanakan pada 1-10 Oktober 2026. Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan hasil survei tersebut melalui kanal YouTube SMRC TV, pada Jumat (16/10/2026).
Deni menjelaskan, tingkat kepuasan sebesar 44,5 persen merupakan angka terendah selama pemerintahan Prabowo. Penurunan itu berlangsung secara bertahap dalam sejumlah periode survei, hingga untuk pertama kalinya kelompok warga yang kurang puas atau tidak puas menjadi mayoritas.
Pada November 2025, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo masih mencapai 81,2 persen. Angka tersebut turun menjadi 66,4 persen pada Februari-Maret 2026, kemudian kembali merosot menjadi 51,1 persen pada Juli 2026, sebelum mencapai 44,5 persen pada Oktober 2026.
Sementara itu, persentase masyarakat yang kurang puas atau tidak puas meningkat dari 16 persen pada November 2025 menjadi 53,4 persen dalam survei terbaru.
Penilaian Ekonomi, Politik, dan Hukum Berkaitan dengan Kepuasan Presiden
SMRC menemukan hubungan antara penilaian masyarakat terhadap kondisi nasional dan tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo. Tiga aspek yang disoroti adalah kondisi ekonomi, situasi politik, dan penegakan hukum.
Dalam aspek ekonomi, sebanyak 87 persen responden yang menilai kondisi perekonomian nasional baik atau sangat baik menyatakan puas terhadap kinerja presiden. Sebaliknya, tingkat kepuasan hanya mencapai 23 persen di antara warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk.
Perbedaan serupa terlihat pada penilaian terhadap situasi politik. Di kalangan responden yang menilai kondisi politik baik atau sangat baik, sebanyak 83 persen menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara itu, kepuasan terhadap presiden hanya mencapai 24 persen di antara warga yang menilai situasi politik buruk atau sangat buruk.
Penilaian terhadap penegakan hukum juga memperlihatkan pola yang sama. Sebanyak 73 persen warga yang menilai penegakan hukum baik atau sangat baik menyatakan puas terhadap kinerja presiden. Adapun di kelompok responden yang menilai penegakan hukum buruk atau sangat buruk, tingkat kepuasan hanya sebesar 24 persen.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah penilaian negatif masyarakat terhadap kondisi perekonomian. Dalam survei tersebut, sebanyak 50,8 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional buruk atau sangat buruk. Dengan demikian, kelompok masyarakat yang memiliki penilaian negatif terhadap perekonomian telah menjadi mayoritas.
Deni mengaitkan penurunan kepuasan terhadap presiden dengan memburuknya penilaian publik terhadap sejumlah kondisi nasional dan pelaksanaan program pemerintah.
“Penurunan tajam kepuasan pada presiden ini berhubungan dengan penilaian atas kondisi makro ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang memburuk. Ini juga konsisten dengan penilaian negatif warga atas kerja pemerintah menangani masalah-masalah mendesak, serta buruknya penilaian warga terhadap program unggulan pemerintah, MBG dan KDMP,” jelas Deni.
Penilaian terhadap Program MBG dan KDMP
Selain kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum, survei SMRC turut menemukan hubungan antara kepuasan terhadap presiden dan penilaian warga terhadap dua program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Dalam pelaksanaan program MBG, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden berbeda berdasarkan penilaian responden. Di antara warga yang sangat puas dengan pelaksanaan MBG, sebanyak 79 persen menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo.
Sebaliknya, hanya 15 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja presiden di kelompok warga yang sama sekali tidak puas dengan pelaksanaan MBG.
Perbedaan juga terlihat dalam penilaian terhadap KDMP. Sebanyak 62 persen responden yang sangat yakin program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan maju menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo.
Sementara itu, di antara warga yang sama sekali tidak yakin KDMP akan maju, hanya 17 persen yang menyatakan puas terhadap kinerja presiden.
Data tersebut memperlihatkan bahwa penilaian masyarakat terhadap program unggulan pemerintah berkaitan dengan pandangan mereka mengenai kinerja presiden. Tingkat kepuasan terhadap Prabowo lebih tinggi di kelompok yang memberikan penilaian positif terhadap MBG maupun yang memiliki keyakinan kuat terhadap perkembangan KDMP.
Metode Survei SMRC dan Jumlah Responden
Survei SMRC melibatkan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum. Populasi penelitian mencakup masyarakat berusia 17 tahun atau lebih, maupun mereka yang telah menikah ketika survei dilaksanakan.
Dalam proses pengambilan sampel, populasi dibagi menjadi dua kelompok atau subpopulasi, yakni warga yang memiliki telepon seluler dan warga yang tidak memilikinya.
Pada kelompok pemilik telepon seluler, SMRC memilih 1.013 responden secara acak menggunakan metode double sampling. Wawancara terhadap responden dalam kelompok ini dilakukan melalui sambungan telepon.
Sementara itu, untuk kelompok warga yang tidak memiliki telepon seluler, sebanyak 200 responden dipilih secara acak menggunakan metode stratified multistage random sampling. Wawancara terhadap kelompok tersebut dilaksanakan secara tatap muka.
Secara keseluruhan, jumlah responden yang diwawancarai dalam survei ini mencapai 1.213 orang.
SMRC memperkirakan margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling atau pengambilan sampel acak sederhana. (*)
















