Polda Sumbar Catat 108 Kecelakaan Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025

Polda Sumbar Catat 108 Kecelakaan Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya, didampingi Dirlantas Polda Sumbar Kombes Dwi Nur Setiawan, memimpin konferensi pers mengenai Operasi Ketupat Singgalang 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai dari 26 Maret hingga 8 April 2025. (Dok. Polda Sumbar)

Sumbardaily.com, Padang - Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya, didampingi Dirlantas Polda Sumbar Kombes Dwi Nur Setiawan, memimpin konferensi pers mengenai Operasi Ketupat Singgalang 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai dari 26 Maret hingga 8 April 2025.

Konferensi pers tersebut diselenggarakan pada Kamis (10/4/2025) lalu di Mapolda Sumbar.

Dalam keterangannya, Dirlantas Polda Sumbar menjelaskan bahwa secara keseluruhan, operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah berjalan lancar tanpa kendala berarti, baik di jalur Sitinjau Lauik maupun rute Padang menuju Bukittinggi.

"Untuk arus lalu lintas, terutama pada hari kedua, ketiga, dan keempat setelah Idul Fitri, memang terjadi perlambatan di ruas jalan Padang menuju Bukittinggi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang hendak berwisata," kata Kombes Dwi Nur Setiawan.

Ia menambahkan bahwa perlambatan arus lalu lintas juga terjadi di sekitar SPBU Sincincin akibat antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar hingga memenuhi sebagian badan jalan.

Fenomena menarik yang tercatat dalam operasi tahun ini adalah volume kendaraan pemudik yang masuk ke Sumatera Barat (Sumbar) sebelum Idul Fitri terpantau landai atau relatif sepi, tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya.

"Kondisi ini kemungkinan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) yang mulai diberlakukan sejak 21 atau 24 Maret. Dengan anak sekolah yang sudah memasuki masa liburan, kegiatan mudik menjadi lebih tersebar," kata Kombes Dwi Nur Setiawan.

Ia menerangkan bahwa aktivitas mudik sudah mulai terlihat sejak 21 Maret, termasuk program mudik bersama, sehingga arus kendaraan yang keluar masuk Sumbar menjadi terbagi.

Namun demikian, pasca lebaran, tepatnya pada Sabtu (5/4/2025), terjadi peningkatan kepadatan arus lalu lintas.

Penerapan Sistem One Way

Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, pihak kepolisian juga menerapkan kebijakan one way untuk jalur Padang-Bukittinggi pada tanggal 28, 29, dan 30 Maret 2025.

Menurut Kombes Dwi Nur Setiawan, penerapan sistem ini berjalan efektif meskipun volume kendaraan terpantau tidak terlalu padat.

"Untuk arus balik yang dilaksanakan pada tanggal 4, 5, dan 6 April 2025, memang kami mencatat adanya kepadatan pada tanggal 4 dan 5 April," katanya.

Dirlantas juga menjelaskan bahwa peningkatan arus lalu lintas hanya terpusat di Kota Padang dan Kota Bukittinggi, yang merupakan daerah tujuan wisata favorit bagi masyarakat yang sedang berlibur lebaran.

Penurunan Volume Kendaraan

Data yang dikumpulkan oleh Ditlantas Polda Sumbar menunjukkan penurunan jumlah kendaraan yang masuk ke Sumatera Barat dibandingkan tahun lalu.

Kendaraan yang masuk dari Riau melalui Kabupaten Limapuluh Kota tercatat sebanyak 28.931 unit pada tahun 2025, menurun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 45 ribu kendaraan.

Penurunan serupa juga terjadi pada kendaraan yang masuk melalui Dharmasraya, dari 28 ribu pada 2024 menjadi hanya 10 ribu kendaraan di tahun 2025.

Untuk jalur dari arah Bengkulu atau perbatasan Pesisir Selatan, tercatat sebanyak 2.553 kendaraan pada 2025, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.719 kendaraan.

"Total kendaraan yang masuk ke Sumatera Barat pada tahun 2025 adalah sekitar 47 ribu unit, turun hampir 50 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 83 ribu kendaraan. Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh program pulang basamo serta mekanisme pendataan," katanya.

Ia mengingatkan bahwa data tersebut dihitung sejak dimulainya Operasi Ketupat Singgalang pada 26 Maret 2025, padahal libur panjang sudah dimulai sejak 21 Maret 2025.

Dengan demikian, kendaraan yang masuk dalam rentang 21 hingga 25 Maret 2025 tidak terdata dalam hitungan ini.

"Penurunan angka ini kemungkinan karena masyarakat sudah melakukan mudik lebih awal berkat adanya kebijakan WFA dan WFH. Sehingga, ada kemungkinan justru terjadi peningkatan arus kendaraan pada periode 21-25 Maret yang tidak masuk dalam pendataan operasi," katanya.

Peningkatan Angka Kecelakaan

Meskipun volume kendaraan menurun, Dirlantas Polda Sumbar mencatat adanya peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas.

Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025 berlangsung, terjadi 108 kecelakaan lalu lintas.

"Selama operasi berlangsung ada 108 kecelakaan lalu lintas yang terjadi, angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu," tutur pria yang baru saja mengakhiri tugasnya sebagai Dirlantas Polda Sumbar tersebut tanpa menyebutkan rincian perbandingan dengan angka kecelakaan tahun sebelumnya.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Singgalang 2025, Polda Sumbar terus mengevaluasi berbagai aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat dalam kegiatan mudik dan balik di tahun-tahun mendatang. (red)

Baca Juga

Gerakan Subuh Berjamaah Jadi Simbol Persatuan, Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Nilai Adat dan Agama
Gerakan Subuh Berjamaah Jadi Simbol Persatuan, Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Nilai Adat dan Agama
Andre Rosiade Desak Pengganggu Proyek Flyover Sitinjau Lauik Ditindak Tegas
Andre Rosiade Desak Pengganggu Proyek Flyover Sitinjau Lauik Ditindak Tegas
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Polisi Hanya Bakar Kapal Tanpa Amankan Pelaku
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Polisi Hanya Bakar Kapal Tanpa Amankan Pelaku
Profil Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Sumbar Baru Pengganti Gatot Tri Suryanta
Profil Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Kapolda Sumbar Baru Pengganti Gatot Tri Suryanta
Oknum Polisi di Agam Diduga Cabuli Anak Tiri 15 Tahun, Korban Alami Trauma
Oknum Polisi di Agam Diduga Cabuli Anak Tiri 15 Tahun, Korban Alami Trauma
Kasus Bayi Meninggal, RSUP M Djamil Padang Siapkan Bantuan Hukum untuk Direksi hingga Dokter
Kasus Bayi Meninggal, RSUP M Djamil Padang Siapkan Bantuan Hukum untuk Direksi hingga Dokter