Pekerja di DLH Padang Nekat Bakar Diri, Diduga Dipicu Masalah Keluarga

Seorang pria dengan luka bakar pada bagian punggung berjalan didampingi petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian pada malam hari.

Seorang pria yang mengalami luka bakar berjalan meninggalkan lokasi kebakaran di kompleks Kantor DLH Kota Padang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Rabu (24/6/2026) malam. Korban mendapat pendampingan petugas setelah insiden yang diduga bermula dari percobaan bakar diri dan berujung kebakaran. (Dok. Padang Fire Fighter)

Sumbardaily.com - Percobaan bakar diri yang diduga dilakukan seorang pekerja di lingkungan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang berujung pada kebakaran yang menghanguskan sebagian bangunan dinas tersebut.

Kebakaran terjadi di kompleks Kantor DLH Kota Padang yang berada di kawasan Balai Baru, RT 002 RW 005, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, pada Rabu (24/6/2026) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban merupakan seorang laki-laki yang diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara membakar dirinya sendiri.

Dari informasi awal yang diperoleh, aksi nekat yang dilakukan pria bernama Afdal (36) tersebut diduga berkaitan dengan persoalan keluarga yang sedang dihadapi korban.

Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, laporan mengenai kebakaran diterima pada pukul 23.44 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, armada pemadam langsung bergerak menuju lokasi satu menit kemudian.

"Sebelumnya, seorang saksi bernama Dasrial (52) melihat kobaran api sudah membesar dari salah satu ruangan di Kantor DLH Kota Padang. Menyadari situasi yang berpotensi membahayakan, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran," kata Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi.

Untuk memadamkan api, kata pria yang akrab disapa Abi tersebut, sebanyak tiga armada dengan dukungan 55 personel diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.

"Kondisi di lapangan sempat menyulitkan proses pemadaman. Selain akses jalan yang relatif kecil, lokasi kejadian juga berada dekat kawasan permukiman warga dan dipadati masyarakat yang menyaksikan proses penanganan kebakaran," ungkapnya.

Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api dan menyelesaikan penanganan pada pukul 00.16 WIB. Upaya cepat tersebut dinilai berhasil mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Data Dinas Damkar Kota Padang mencatat objek yang terbakar meliputi bangunan Kantor DLH Kota Padang serta tempat penyimpanan bak kompos milik instansi tersebut. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 x 20 meter persegi.

Akibat kejadian tersebut, bangunan Kantor DLH Kota Padang dan fasilitas penyimpanan kompos mengalami kerusakan berat.

"Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun korban luka bakar harus mendapatkan penanganan medis," katanya.

Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Sementara itu, upaya pemadaman yang dilakukan petugas berhasil menyelamatkan aset dengan nilai sekitar Rp500 juta.

Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur yang terlibat di lapangan terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, kepolisian, TNI, serta ambulans yang bersiaga untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban. (*)

Baca Juga

Kemiskinan Perkotaan Sumbar Naik Jadi 3,82 Persen, Beras dan Rokok Penyumbang Terbesar
Kemiskinan Perkotaan Sumbar Naik Jadi 3,82 Persen, Beras dan Rokok Penyumbang Terbesar
DPR Soroti Rencana Kenaikan Gaji Kepala Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
DPR Soroti Rencana Kenaikan Gaji Kepala Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
Petugas kebersihan DLH Kota Padang disiagakan selama HJK Padang ke-357 di sejumlah venue kegiatan.
438 Petugas Kebersihan jadi Pahlawan di Balik Layar HJK Padang ke-357 Tahun
Penyelundupan 25 Beo Mentawai Digagalkan di Padang, BKSDA Sumbar Buru Pemesan
Penyelundupan 25 Beo Mentawai Digagalkan di Padang, BKSDA Sumbar Buru Pemesan
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Perwira Polisi di Sumbar, Ombudsman: Tak Boleh Ada Toleransi
Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Perwira Polisi di Sumbar, Ombudsman: Tak Boleh Ada Toleransi