Sumbardaily.com, Padang – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat menunjukkan kinerja yang positif di awal tahun 2025. Hingga akhir kuartal pertama, lembaga yang berada di bawah naungan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk ini berhasil menggandeng 844 perusahaan sebagai peserta korporasi, meningkat 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat, Aznovri Kurniawan, menyampaikan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan bertumbuhnya kepercayaan publik, khususnya pelaku usaha, terhadap skema dana pensiun berbasis syariah yang mereka kelola.
"Kepercayaan dari para korporasi ini menjadi indikator penting atas komitmen kami dalam menyediakan perencanaan keuangan jangka panjang yang amanah dan sesuai prinsip syariah," ujar Aznovri.
Selain peserta korporasi, DPLK Syariah Muamalat juga mencatat lebih dari 123 ribu peserta individu yang aktif berkontribusi dalam program pensiun syariah ini. Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, Aznovri mengaku bersyukur lembaganya tetap mampu membukukan pertumbuhan dana kelolaan yang stabil. Hingga Maret 2025, total dana kelolaan mencapai Rp1,76 triliun, meningkat 4,1 persen dibandingkan posisi Desember 2024 secara year-to-date.
Dari sisi kinerja investasi, DPLK Syariah Muamalat juga mencatatkan hasil yang memuaskan. Dalam periode satu tahun terakhir, imbal hasil investasi mencapai 6,6 persen. Nilai aktiva bersih (NAB) pun mengalami peningkatan yang mencerminkan pengelolaan dana yang optimal dan berkesinambungan.
"Alhamdulillah, ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang amanah dan profesional," kata Aznovri.
Sebagai DPLK syariah pertama di Indonesia, lembaga ini telah menetapkan tiga pilar strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Ketiga pilar tersebut meliputi pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi dan tata kelola, serta peningkatan layanan yang didukung oleh transformasi digital.
Untuk merealisasikan strategi tersebut, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan distribusi produk melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat di seluruh Indonesia, serta menjalin kemitraan langsung dengan para mitra strategis. Tak hanya itu, perusahaan juga meluncurkan paket investasi baru yang disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan masing-masing peserta, sebagai bagian dari pendekatan personalisasi layanan.
Di sisi teknologi, DPLK Syariah Muamalat juga melakukan pembaruan sistem inti (core system) guna meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman layanan yang lebih baik kepada peserta. Transformasi digital ini diharapkan dapat mempercepat adaptasi perusahaan terhadap perkembangan teknologi finansial dan kebutuhan peserta yang semakin kompleks.
"DPLK Syariah Muamalat akan terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat, melalui berbagai inisiatif edukatif dan pendekatan kolaboratif," pungkas Aznovri. (red)















