Sumbardaily.com – Persija Jakarta dipastikan akan tampil dengan komposisi yang berbeda saat menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027. Perubahan besar mulai terlihat setelah klub ibu kota tersebut resmi berpisah dengan tujuh pemain asing, yang membuka peluang hadirnya tujuh nama baru dalam skuad musim depan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan tim yang tengah dilakukan oleh pelatih anyar Persija, Shin Tae-yong. Juru taktik asal Korea Selatan itu bersama manajemen klub saat ini sedang menyusun fondasi skuad yang diharapkan mampu bersaing dan meraih hasil terbaik pada musim mendatang.
Perombakan yang dilakukan tidak hanya menjadi sinyal dimulainya era baru Persija di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, tetapi juga menunjukkan keseriusan klub dalam membangun tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi persaingan BRI Super League 2026/2027.
Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa dirinya terus berkomunikasi dengan pemilik klub terkait arah pembangunan tim. Menurutnya, kehadiran pemain berkualitas menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing klub sekaligus mendorong perkembangan kompetisi sepak bola nasional.
“Saya terus berdiskusi dengan pemilik klub. Saya terus meyakinkan bahwa jika liga ingin berkembang, kami harus mendatangkan pemain-pemain bagus. Kami harus mengambil peran sebagai pelopor atau pemimpin dalam memajukan liga ini,” ujar Shin Tae-yong, dikutip Jumat (12/6/2026).
Pelatih yang sebelumnya menangani Timnas Indonesia tersebut juga mengisyaratkan akan adanya perubahan signifikan pada sektor pemain asing. Meski demikian, ia tetap ingin mempertahankan sebagian besar pemain lokal yang saat ini menjadi bagian dari tim.
“Mengenai skuat, khususnya untuk pemain asing, kemungkinan akan ada banyak perubahan. Namun, untuk pemain lokal, keinginan saya adalah tetap mempertahankan dan merangkul sebagian besar dari mereka,” katanya.
Di tengah rencana pembentukan tim baru, Persija masih memiliki sejumlah pemain lokal yang terikat kontrak untuk musim depan. Beberapa nama yang masih menjadi bagian dari skuad antara lain Rizky Ridho, Fajar Fathurrahman, Jordi Amat, Shayne Pattynama, hingga Dony Tri Pamungkas.
Keberadaan para pemain tersebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas tim, terutama saat Persija melakukan perubahan pada komposisi pemain asing. Dengan tetap mempertahankan kerangka pemain lokal yang ada, proses adaptasi tim diharapkan dapat berjalan lebih baik.
Selain membahas komposisi skuad saat ini, Shin Tae-yong juga menanggapi kemungkinan mendatangkan pemain-pemain yang pernah menjadi andalannya ketika menangani Timnas Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mempertimbangkan status kontrak para pemain dengan klub masing-masing.
“Secara pribadi saya jelas ingin membawa mereka. Namun, mereka juga memiliki situasi kontrak yang sedang berjalan (dengan klub lain), jadi menurut saya hal itu adalah sesuatu yang harus dikoordinasikan atau disesuaikan terlebih dahulu,” ujar Shin.
Pernyataan tersebut membuka peluang adanya reuni antara Shin Tae-yong dan sejumlah pemain yang pernah bekerja sama dengannya di level tim nasional. Namun hingga saat ini belum ada keputusan lebih lanjut terkait kemungkinan tersebut.
Sementara itu, Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa seluruh proses penyusunan tim untuk musim depan sepenuhnya berada di bawah kendali Shin Tae-yong. Manajemen klub memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih berusia 55 tahun itu untuk menentukan kebutuhan tim, termasuk dalam urusan perekrutan pemain.
Menurut Prapanca, komunikasi awal terkait pembentukan skuad sudah dilakukan dan kini proses selanjutnya akan menjadi kewenangan penuh pelatih.
“Diskusi sudah ada di tahap awal. Pemilihan pemain dan penyusunan skuat secara penuh nantinya diserahkan sepenuhnya kepada Coach Shin Tae-yong,” tutur Mohamad Prapanca.
Dengan perombakan yang mulai dilakukan dan dukungan penuh dari manajemen, Persija kini memasuki fase penting dalam persiapan menghadapi BRI Super League 2026/2027. Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran tampil lebih kompetitif dan bersaing di papan atas klasemen musim depan.
















