Sumbardaily.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Peringatan ini berkaitan dengan potensi hujan yang diprakirakan terjadi selama tiga hari berturut-turut, mulai Kamis (1/1/2026) hingga Sabtu (3/1/2026). Informasi tersebut disampaikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau berdasarkan pembaruan data cuaca pada Kamis pukul 08.35 WIB.
Dalam peringatan dini tersebut, BMKG Minangkabau mengklasifikasikan tingkat potensi hujan ke dalam beberapa kategori kewaspadaan, mulai dari siaga hingga waspada, yang mencerminkan variasi intensitas hujan di sejumlah daerah di Sumbar. Peringatan ini menjadi perhatian penting mengingat kondisi geografis wilayah Sumbar yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi.
Pada Kamis, 1 Januari 2026, BMKG menetapkan status siaga untuk sejumlah wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Daerah yang masuk dalam kategori ini meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Solok Selatan, serta wilayah sekitarnya.
Selain wilayah berstatus siaga, BMKG juga mengeluarkan peringatan waspada pada hari yang sama untuk daerah Pasaman, Sijunjung, dan Dharmasraya. Di wilayah tersebut, hujan diprakirakan turun dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik.
Memasuki Jumat, 2 Januari 2026, wilayah dengan status waspada mengalami perluasan. BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan melanda Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, serta daerah di sekitarnya.
Sementara itu, pada Sabtu, 3 Januari 2026, BMKG kembali mengeluarkan peringatan waspada untuk potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah yang diprakirakan terdampak pada hari tersebut meliputi Kabupaten Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, serta kawasan sekitarnya.
BMKG Minangkabau mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Sumbar, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, agar meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini cuaca ini. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dapat memicu berbagai dampak, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Warga yang bermukim di wilayah perbukitan, bantaran sungai, serta daerah dengan sistem drainase terbatas diminta untuk lebih berhati-hati dan memantau perkembangan informasi cuaca terkini. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem.
Selain masyarakat, BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah-langkah antisipatif perlu dilakukan guna meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumbar selama periode peringatan dini berlangsung. (fru)
















