Sumbardaily.com - Lonjakan tiket perjalanan kereta api di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar menjadi sorotan pada periode pasca Lebaran 2026. Tidak sekadar peningkatan biasa, volume penumpang bahkan melampaui kapasitas yang disediakan, menandakan tingginya mobilitas masyarakat usai Hari Raya Idul Fitri.
Pada H+2 Lebaran, tepatnya 24 Maret 2026, jumlah penumpang kereta api tercatat mencapai 10.252 orang. Angka ini setara dengan 132 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Kondisi tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama untuk aktivitas wisata dan perjalanan balik setelah momen Lebaran.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengungkapkan bahwa tingginya angka tersebut menunjukkan peran strategis kereta api sebagai pilihan utama masyarakat di Sumatera Barat.
“Volume penumpang pada hari ini, 24 Maret 2026, mencapai angka 10.252 penumpang atau 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca Hari Raya, terutama untuk perjalanan wisata,” kata Reza, Selasa (24/3/2026).
Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre II Sumbar telah mengoperasikan 616 perjalanan kereta api. Dari total perjalanan tersebut, kapasitas yang disediakan mencapai 171.424 tempat duduk.
Setiap harinya, rata-rata terdapat 28 perjalanan kereta api dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk. Jumlah ini disiapkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan perjalanan masyarakat, mulai dari mudik, silaturahmi, hingga kunjungan ke destinasi wisata.
Fenomena tingginya penjualan tiket perjalanan kereta api ini sekaligus memperlihatkan tren pergeseran pilihan transportasi.
Kereta api dinilai unggul karena menawarkan tarif yang relatif terjangkau, tingkat keamanan yang tinggi, serta kepastian jadwal keberangkatan dan kedatangan.
Selain itu, peningkatan jumlah penumpang juga menjadi indikator keberhasilan KAI dalam mengelola operasional selama masa angkutan Lebaran. Berbagai strategi diterapkan untuk memastikan perjalanan tetap berjalan optimal meskipun terjadi lonjakan signifikan.
“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan aman, tertib, dan tepat waktu. Hal ini didukung oleh kesiapan petugas di lapangan, optimalisasi rangkaian kereta, serta peningkatan pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kenyamanan pelanggan,” ujar Reza.
Tak hanya itu, KAI Divre II Sumbar juga terus melakukan pembenahan dari sisi pelayanan. Peningkatan kebersihan sarana dan prasarana, kualitas pelayanan petugas, hingga kemudahan akses informasi menjadi fokus utama dalam memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
Reza juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi andalan, khususnya pada momen Lebaran.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Sumbar yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian, khususnya pada momen Lebaran ini. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu,” ujar Reza.
Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus menyesuaikan kapasitas serta pola operasional guna menghadapi dinamika kebutuhan transportasi masyarakat, terutama pada periode dengan lonjakan permintaan seperti libur panjang.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku demi menjaga kelancaran perjalanan bersama. (*)
















