Sumbardaily.com - Warga kawasan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di aliran Banjir Kanal (Banda Bakali), Minggu (17/5/2026) siang.
Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup mengenakan pakaian berwarna kuning di dekat Lapangan Matador, RT 05 RW 07, Kelurahan Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur.
Laporan kejadian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang sekitar pukul 13.40 WIB. Tim Rescue BPBD Kota Padang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan terhadap korban.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Proses penanganan dilakukan bersama sejumlah unsur gabungan yang turut berada di lokasi.
Korban kemudian diketahui bernama Afrizal. Identitas korban dipastikan setelah istri korban datang langsung ke lokasi kejadian dan melihat kondisi korban untuk memastikan identitas suaminya tersebut.
"Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui berusia 59 tahun dan bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) Maxim. Afrizal berdomisili di Kompleks Mitra Utama 2 Blok C2 Nomor 6 RT 04 RW 11, Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung," kata Hendri.
Penemuan mayat mengapung di Banda Bakali itu sempat menarik perhatian warga sekitar. Aparat gabungan dari berbagai unsur tampak berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan area kejadian.
Tim yang terlibat di lapangan terdiri dari BPBD Kota Padang, Inafis, Polri, TNI, pihak kecamatan, kelurahan, Dubalang, Tagana, KSB, Relawan Rumah Zakat, PMI, relawan kebencanaan, hingga RT/RW dan masyarakat sekitar.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut.
"Untuk penyebab kejadian hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. BPBD Kota Padang bersama unsur terkait masih melakukan pendataan lanjutan terkait insiden tersebut," tutur Hendri. (adl)
















