Penambang Emas Ilegal di Sijunjung Tertimbun Longsor, 9 Orang Tewas

Sumbardaily.com – Tragedi longsor di lokasi tambang emas tanpa izin (PETI) mengguncang Kabupaten Sijunjung. Sebanyak sembilan penambang emas ilegal meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat melakukan aktivitas dompeng di Kampung Sintuk, Jorong Koto Guguak, Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kamis (14/5/2026).

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika para penambang tengah bekerja di kawasan tambang yang berada di titik pertemuan tiga aliran sungai. Lokasi tersebut diketahui menjadi kawasan rawan karena merupakan pertemuan Batang Kuantan, Batang Ombilin, dan Batang Sinamar.

Kondisi debit air yang meningkat akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu longsor yang menimbun para pekerja tambang ilegal tersebut.

Sembilan korban meninggal dunia dalam kejadian itu masing-masing bernama Ujang Kandar (40), Haris (23), Atan (20), Baim (17), Acai (43), Marsel Buyuik (23), Ditol (40), Madi (24), dan Diok (22).

Wali Nagari Guguak, Zainal, mengatakan seluruh korban tertimbun runtuhan material tambang saat bekerja menggunakan metode dompeng. Menurutnya, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi medan yang sulit dan material longsoran yang menumpuk di area tambang.

“Semua korban tertimbun material runtuhan tambang,” ujar Zainal. Ia menjelaskan, proses pencarian dan evakuasi dilakukan warga selama kurang lebih enam jam. Evakuasi dimulai setelah waktu Dzuhur hingga menjelang Maghrib.

Menurut Zainal, sebelum kejadian pihak nagari sebenarnya sudah mengingatkan masyarakat agar menghentikan sementara aktivitas penambangan emas ilegal karena cuaca ekstrem terus melanda kawasan tersebut. Namun, imbauan itu tidak diindahkan para penambang.

Ia menyebut lokasi tambang berada di kawasan yang sangat berisiko karena menjadi titik pertemuan tiga sungai besar. Saat kejadian, aliran Batang Ombilin dan Batang Sinamar dalam kondisi besar dan mengalir ke Batang Kuantan.

Kondisi itu memperbesar potensi terjadinya longsor di area tambang yang selama ini digunakan warga untuk aktivitas dompeng.
Dari seluruh korban meninggal dunia, Ujang Kandar menjadi korban pertama yang ditemukan warga. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dibawa pulang dan dimakamkan pihak keluarga.

Korban lainnya juga dipulangkan ke rumah masing-masing setelah berhasil dievakuasi. Rencana membawa seluruh jenazah ke Puskesmas Tanjung Ampalu akhirnya dibatalkan.

Zainal juga mengungkapkan bahwa lokasi tambang emas ilegal tersebut merupakan milik warga Nagari Guguak. Pasca kejadian longsor maut itu, seluruh aktivitas tambang di kawasan tersebut langsung dihentikan.

“Setelah ada kejadian ini, seluruh kegiatan penambangan berhenti,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui aktivitas dompeng selama ini menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat. Kondisi ekonomi membuat banyak warga tetap menggantungkan hidup dari penambangan emas ilegal meski berisiko tinggi.

“Memang itu mata pencarian utama masyarakat sekarang,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Sijunjung, Satria Zali, mengaku pihaknya tidak menerima laporan resmi terkait peristiwa longsor tambang emas ilegal tersebut.

“Kepada kami di BPBD Sijunjung tidak ada laporan langsung. Kami hanya melihat informasi via grup WhatsApp saja,” kata Satria.

Ia menyebut kejadian yang berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal memang jarang dilaporkan masyarakat kepada pemerintah daerah. (*)

Baca Juga

8 Pelaku Tambang Ilegal di Pasaman Barat Ditangkap, Ekskavator Sedang Beroperasi Disita
8 Pelaku Tambang Ilegal di Pasaman Barat Ditangkap, Ekskavator Sedang Beroperasi Disita
Tambang Emas Ilegal di Dharmasraya Digerebek, Tiga Pelaku Ditangkap
Tambang Emas Ilegal di Dharmasraya Digerebek, Tiga Pelaku Ditangkap
Tambang Emas Ilegal di Pasaman Ditertibkan, Barang Temuan Dimusnahkan
Tambang Emas Ilegal di Pasaman Ditertibkan, Barang Temuan Dimusnahkan
Kasus Nenek Saudah Dilaporkan ke Komnas HAM, Dugaan Tambang Ilegal Disorot
Kasus Nenek Saudah Dilaporkan ke Komnas HAM, Dugaan Tambang Ilegal Disorot
Walhi Sumbar: Penganiayaan Nenek Saudah Tak Terpisahkan dari Tambang Ilegal
Walhi Sumbar: Penganiayaan Nenek Saudah Tak Terpisahkan dari Tambang Ilegal
Tambang Emas Ilegal di Simawang Tanah Datar, Pemkab Klaim Sudah Lakukan Penertiban
Tambang Emas Ilegal di Simawang Tanah Datar, Pemkab Klaim Sudah Lakukan Penertiban