Sumbardaily.com - Banjir di Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), memaksa Tim SAR Gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi warga pada Selasa (12/5/2026) malam.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit air meningkat dengan arus yang cukup deras hingga mengancam keselamatan masyarakat terdampak.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, informasi kejadian diterima Unit Siaga SAR Tanah Datar pada pukul 22.50 WIB. Laporan tersebut berasal dari Purwanto terkait kondisi banjir dan permintaan evakuasi warga di Nagari Saruaso.
"Bencana banjir terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah Tanah Datar sejak malam hari. Pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 21.10 WIB, air mulai meluap dan merendam kawasan permukiman warga di Nagari Saruaso," katanya.
Merespons laporan tersebut, Unit Siaga SAR Tanah Datar langsung memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian pada pukul 23.03 WIB.
Sebanyak lima personel Basarnas diterjunkan ke lokasi banjir dengan estimasi perjalanan sekitar 20 menit.
Setibanya di lokasi pada pukul 23.23 WIB, Tim SAR Gabungan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan segera melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.
Dalam operasi SAR tersebut, lima warga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka masing-masing bernama Ibrahim (55), Ratnawilis (54), Imam (22), Usman (54), dan Jasmainar (66).
"Proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi cuaca yang masih diguyur hujan. Selain itu, derasnya debit air dan keterbatasan penerangan menjadi tantangan utama bagi petugas saat melakukan penyelamatan warga terdampak banjir," katanya.
Operasi penyelamatan akhirnya selesai pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Meski evakuasi telah rampung, Tim SAR Gabungan tetap bersiaga dan melakukan monitoring di lokasi banjir.
Tidak lama berselang, tepatnya pukul 01.10 WIB, tim gabungan kembali melakukan pemantauan dari posko gabungan lantaran kondisi cuaca masih sering diguyur hujan dan dikhawatirkan debit air kembali meningkat.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung seperti truk personel, peralatan SAR air, peralatan medis, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan mountaineering.
Operasi penanganan banjir ini melibatkan banyak unsur gabungan. Basarnas mengerahkan lima personel, BPBD sebanyak 17 personel, Koramil lima personel, serta 15 personel dari Polres dan Polsek setempat.
Selain itu, perangkat Nagari Saruaso juga ikut terlibat sebanyak 10 orang, pihak kecamatan lima orang, dan masyarakat sekitar sebanyak 20 orang.
"Cuaca hujan dengan kecepatan angin sekitar 6 knot masih menyelimuti kawasan terdampak banjir selama proses evakuasi berlangsung. Kondisi tersebut membuat Tim SAR Gabungan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan akibat cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah Tanah Datar," pungkas Abdul Malik. (adl)
















