Sumbardaily.com, Padang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) angkat bicara menanggapi tudingan yang dilontarkan oleh Ketua Sanggar Darak Badarak, Ribut Antin Sujarwo, dalam sebuah kampanye Pilkada 2024 di Kabupaten Pasaman.
Tudingan tersebut menyatakan bahwa sanggar mereka telah menjadi korban pemerintah dan dibujuk dengan janji bantuan sebesar Rp150 juta.
Merespons pernyataan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Jefrinal Arifin, menyampaikan kekecewaannya atas sikap yang dinilai berlebihan dan berpotensi memicu polemik di masyarakat.
"Sebagai pemimpin entitas seni tradisi di Sumbar, seharusnya yang bersangkutan bisa lebih bijak dan objektif dalam bersikap," ujar Jefrinal dalam keterangannya di Padang, Kamis (26/9/2024).
Jefrinal menekankan pentingnya menjunjung tinggi seni tradisi sebagai warisan budaya, bukan menjadikannya sebagai alat propaganda politik.
"Hakikat budaya adalah menyatukan, bukan memecah belah. Kita jangan keliru demi kepentingan sesaat, integritas harus tetap dijaga," tegasnya.
Senada dengan Jefrinal, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, juga membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada janji bantuan uang tunai kepada Sanggar Darak Badarak.
"Tudingan itu tidak benar dan sarat muatan politis. Kami hanya menyatakan akan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan, dan itu pun dilakukan secara profesional," jelas Luhur Budianda.
Luhur Budianda mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, Pemprov Sumbar telah melibatkan Sanggar Darak Badarak dalam setidaknya 15 kegiatan resmi.
Semua keterlibatan tersebut dilakukan secara profesional dan berbayar. Di antara kegiatan-kegiatan tersebut termasuk Makassar International Eight Festival & Forum Tahun 2022, Merah Putih Light Carnival 2023, SUMBARALEK 2023, dan World Water Forum 2024 di Bali.
"Bahkan saat mengikuti acara di Makassar, Dinas Pariwisata Sumbar membantu Sanggar Darak Badarak dengan memberikan dua set alat musik Talempong," tambah Luhur Budianda.
Lebih lanjut, Luhur Budianda merinci keterlibatan sanggar tersebut dalam berbagai festival di Sumbar, seperti Festival Bahari Kabupaten Pesisir Selatan 2023, Festival Rakyat Pesisir Selatan 2023, Festival Senam Kreasi 2023, Festival Seni Tradisional di Kuranji Padang 2023, dan Festival Merah Putih di Padang 2023.
Dinas Kebudayaan Sumbar juga melibatkan Sanggar Darak Badarak dalam acara Pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah 2023, Festival Tambua Tansa di Kabupaten Agam 2023, Agam Baralek Gadang 2023, Alek Nagari di Kota Padang 2024, serta Festival Tari di Kabupaten Dharmasraya 2024.
Tidak hanya itu, Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sumbar juga mengundang sanggar ini sebagai pengisi acara kesenian dalam rapat koordinasi keprotokolan Se-Sumbar Tahun 2024.
"Berdasarkan data-data ini, jelas bahwa berbagai tudingan yang dilontarkan tidak berdasar dan sarat muatan politis," tegas Luhur Budianda. (red)
















