Delapan OPD Tak Lapor Inovasi, Indeks Inovasi Tanah Datar Terus Mengalami Penurunan

Delapan OPD Tak Lapor Inovasi, Indeks Inovasi Tanah Datar Terus Mengalami Penurunan

Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Rabu (15/7/2026). (Foto: Pemkab Tanah Datar)

Sumbardaily.com - Penurunan indeks inovasi daerah dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Kondisi tersebut mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memperkuat komitmen untuk melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Rabu (15/7/2026).

Rakor tersebut diikuti para pimpinan OPD, kepala bagian, camat, wali nagari, hingga kepala UPT SD dan SMP se-Kabupaten Tanah Datar sebagai upaya memperkuat sinergi dalam membangun budaya inovasi di seluruh perangkat daerah.

Dalam arahannya, Ahmad Fadly menekankan bahwa inovasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab membangun dan memperkuat Sistem Inovasi Daerah (SIDa) sebagai fondasi untuk menciptakan pemerintahan yang produktif, efisien, dan efektif.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah membangun komunikasi serta kolaborasi yang semakin baik antarlembaga agar setiap inovasi mampu memberikan dampak terhadap pembangunan daerah dan pelayanan publik.

"Saya berharap seluruh perangkat daerah berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk melahirkan ide dan gagasan inovatif. Keberhasilan inovasi nantinya tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilahirkan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat," ujar Ahmad Fadly.

Wabup mengungkapkan bahwa kewajiban menghadirkan inovasi sebenarnya telah menjadi bagian dari perjanjian kinerja antara kepala perangkat daerah dengan Bupati Tanah Datar sejak tahun 2023. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah menjalankan komitmen tersebut secara konsisten.

Ahmad Fadly juga mengingatkan bahwa Kabupaten Tanah Datar pernah dikenal sebagai salah satu daerah yang sangat inovatif hingga berhasil meraih penghargaan Inagara Award pada 2019. Namun, dalam beberapa tahun terakhir capaian tersebut mengalami penurunan sehingga kini hanya berada pada kategori daerah inovatif.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, ia meminta seluruh OPD lebih disiplin dalam menyampaikan dokumen inovasi serta tidak menunda proses penginputan data ke portal yang telah disediakan.

"Ke depan saya tegaskan kepada seluruh perangkat daerah agar menyampaikan inovasi dengan dokumen yang lengkap. Jangan menunggu hingga batas akhir untuk menginput data melalui portal yang telah disediakan. Laksanakan sesuai komitmen yang telah kita sepakati bersama," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Baperlitbang Kabupaten Tanah Datar Adriyanti Rustam selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa Rakor Inovasi Tahun 2026 dilaksanakan untuk menyatukan kembali komitmen seluruh perangkat daerah dalam menciptakan sekaligus mengembangkan inovasi yang mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Menurut Adriyanti, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan indeks inovasi perangkat daerah mengalami tren penurunan selama tiga tahun terakhir. Pada 2023 indeks inovasi berada di angka 46,44, kemudian turun menjadi 45,95 pada 2024. Penurunan kembali terjadi pada 2025 dengan indeks hanya mencapai 43,17.

Ia mengungkapkan, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tersebut adalah belum seluruh perangkat daerah menyampaikan laporan inovasi.

"Salah satu penyebab menurunnya indeks inovasi tersebut adalah masih adanya delapan perangkat daerah yang tidak menyampaikan laporan inovasi," ungkapnya.

Melalui rakor tersebut, Adriyanti berharap seluruh perangkat daerah dapat kembali memperkuat komitmen untuk menghadirkan inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Selain rapat koordinasi dan penandatanganan perjanjian kinerja inovasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan materi dari Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat Febrina Tri Susila Putri. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan budaya inovasi serta strategi meningkatkan indeks inovasi daerah sebagai bekal bagi seluruh perangkat daerah dalam mengembangkan inovasi yang berkelanjutan. (*)

Baca Juga

Dari Pelayanan Publik hingga Tata Kelola, Sumbar Catat 487 Inovasi dalam Setahun
Dari Pelayanan Publik hingga Tata Kelola, Sumbar Catat 487 Inovasi dalam Setahun
Rakor Nasional Bahas Inflasi dan Produk Halal, Tanah Datar Dukung Penguatan Ekonomi Daerah
Rakor Nasional Bahas Inflasi dan Produk Halal, Tanah Datar Dukung Penguatan Ekonomi Daerah
Sejumlah Nagari di Tanah Datar Dilalui Tol Sicincin-Bukittinggi, Pemkab Siap Dukung Percepatan Proyek
Sejumlah Nagari di Tanah Datar Dilalui Tol Sicincin-Bukittinggi, Pemkab Siap Dukung Percepatan Proyek
Tol Sicincin–Bukittinggi Diharapkan Jadi Tonggak Transformasi Ekonomi Sumbar
Tol Sicincin–Bukittinggi Diharapkan Jadi Tonggak Transformasi Ekonomi Sumbar
Solok Selatan Perkuat SDM Inovatif untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Solok Selatan Perkuat SDM Inovatif untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Jembatan Putus di Lintau Buo Ditinjau, Pemkab Tanah Datar Minta Data Korban Bencana Akurat
Jembatan Putus di Lintau Buo Ditinjau, Pemkab Tanah Datar Minta Data Korban Bencana Akurat