Sumbardaily.com, Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam mulai mengambil langkah konkret dalam pemulihan pascabencana dengan menyiapkan lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak di Kecamatan Palembayan.
Upaya ini dilakukan sebagai kelanjutan dari penyediaan Hunian Sementara (Huntara) agar masyarakat korban bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan permanen.
Lahan yang disiapkan untuk pembangunan Huntap berada di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang. Lokasi tersebut memiliki luas sekitar dua hektare dan merupakan aset milik Pemkab Agam.
Pemilihan lokasi ini dinilai strategis untuk mendukung percepatan pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di wilayah Palembayan.
Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan bahwa penyediaan Huntap menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemulihan kehidupan masyarakat berjalan berkelanjutan.
Menurutnya, selain menyiapkan Huntara sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Agam juga memprioritaskan pembangunan Huntap agar warga tidak berlarut-larut tinggal di huntara.
“Selain menyediakan lokasi Huntara, kita juga menyiapkannya untuk Huntap,” ujar Benni Warlis saat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan, dikutip Rabu (24/12/2025).
Proses awal pembangunan Huntap telah dimulai. Saat ini, lokasi tersebut tengah menjalani tahap pembersihan dan perataan tanah atau leveling dengan menggunakan empat unit alat berat. Tahapan ini menjadi langkah awal sebelum pembangunan fisik hunian tetap dilakukan.
Proses pembersihan lahan dilakukan untuk memastikan kesiapan area pembangunan sekaligus mempercepat tahapan selanjutnya. Pemerintah daerah berharap pekerjaan awal ini dapat segera rampung sehingga pembangunan Huntap bisa dimulai dalam waktu dekat.
“Semoga dalam waktu dekat pembersihan lokasi selesai, supaya Huntap bisa segera dibangun,” kata Benni Warlis.
Dalam kesempatan tersebut, Benni Warlis juga membuka peluang keterlibatan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan Huntap. Pemkab Agam, katanya, terbuka bagi donatur yang ingin berpartisipasi membangun hunian bagi warga terdampak bencana di lokasi yang telah disiapkan.
“Kalau ada donatur yang ingin membangunkan Huntap di sini, tentu akan kita sambut dengan senang hati,” ujarnya.
Namun demikian, Benni Warlis menegaskan bahwa jika tidak ada pihak donatur yang terlibat, pembangunan Huntap tetap akan dilaksanakan melalui dukungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Bentuk dan konsep Huntap yang akan dibangun nantinya direncanakan serupa dengan Huntap yang telah dibangun di kawasan Lubuk Basung.
“Bentuknya nanti sama dengan Huntap yang berada di Lubuk Basung,” jelasnya.
Sambil menunggu pembangunan Huntap rampung, warga terdampak bencana akan menempati Huntara yang saat ini juga masih dalam proses pembangunan.
Penyediaan Huntara ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal warga hingga hunian tetap siap ditempati.
Benni Warlis menambahkan, percepatan pembangunan Huntap juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia menyebutkan adanya pesan langsung dari Presiden agar pembangunan Huntap bagi korban bencana dapat segera direalisasikan.
“Pak Presiden juga berpesan agar Huntap ini bisa secepatnya dibangun, sehingga warga terdampak bencana bisa segera menempatinya,” kata Benni Warlis. (red)
















