Sumbardaily.com - Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (17/4/2026), berlangsung meriah namun diwarnai insiden tak terduga yang mencuri perhatian publik.
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Camat Koto Tangah tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), tokoh masyarakat, alim ulama, serta warga yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, hadir sekaligus membuka secara resmi lomba keagamaan tersebut.
Namun, suasana yang semula khidmat mendadak berubah saat Maigus tengah menyampaikan sambutan. Di tengah pidatonya, tiba-tiba terdengar suara perempuan menyanyikan lagu “Lelaki Cadangan” melalui pengeras suara acara.
Peristiwa itu membuat Maigus terkejut dan sejenak menghentikan ucapannya. Saat itu, ia sedang menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta mengajak dukungan masyarakat terhadap pembinaan generasi muda.
"Yang ketiga bapak ibu semua, mohon dukungan kita semua. Kita tidak berharap lagi MTQ ke depan kafilah-nya dari luar. Saya sudah sampaikan kepada Buya Suardi…" kata Maigus sebelum ucapannya terhenti saat mendadak terdengar suara perempuan bernyanyi di speaker acara.
Meski sempat terganggu, acara kemudian kembali dilanjutkan. Maigus tetap menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan MTQ yang dinilai mampu memperkuat syiar Islam dan kebersamaan masyarakat.
“MTQ ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah ini merupakan salah satu yang sukses dengan berbagai gebyarnya. Ini menjadi cerminan bagaimana panitia di bawah kepemimpinan Pak Camat bersama KUA mampu menggerakkan seluruh potensi, sehingga pembukaan ini berlangsung dengan penuh kemeriahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa MTQ harus menjadi momentum penting dalam membina generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an.
Hal itu sejalan dengan program penguatan pendidikan keagamaan, mulai dari TPQ menjadi TQA hingga MDTA ke MDTW.
“MTQ ini kami harapkan menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk lebih semangat belajar Al-Qur’an. Ke depan, kita ingin kafilah yang mewakili Kota Padang benar-benar berasal dari anak-anak yang kita didik, bina, dan asuh sendiri, bukan sekadar hasil rekrutmen,” ucapnya.
Selain itu, Maigus juga memaparkan rencana pembinaan berjenjang melalui pondok Al-Qur’an di tingkat kecamatan hingga pembangunan Quran Center di Masjid Agung Kota Padang sebagai pusat pembinaan.
"MTQ harus menjadi wadah evaluasi dan pencarian bibit unggul, bukan sekadar euforia sesaat atau hanya mengejar gelar juara, melainkan membentuk generasi yang konsisten memberikan yang terbaik di setiap jenjang," pungkasnya.
Sementara itu, Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa insiden suara lagu tersebut diduga terjadi akibat kesalahan teknis.
“Bluetooth sudah mati, dan tombol mic lain. Cuman mic yang hidup yang digunakan pak Wakil Wali Kota. Jaringan juga sudah dimatikan. Kami sudah konfirmasi ke penyedia sound system dan protokoler. Mungkin ada mic wireless orang di sekitar tembus ke lokasi acara,” ungkap Fizlan.
Ia memastikan bahwa kejadian tersebut murni human error dan bukan disengaja. Pihak panitia juga telah melakukan pengecekan terhadap sistem audio yang digunakan dalam acara tersebut.
Meski sempat diwarnai gangguan teknis, pembukaan MTQ ke-42 di Kecamatan Koto Tangah tetap berlangsung lancar hingga selesai.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Kota Padang pada tingkat lebih tinggi. (adl)
















