Sumbardaily.com, Padang – Seorang pria di kawasan Lubuk Begalung, Kota Padang, dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) HB Saanin setelah berulang kali membuat keonaran dan membahayakan orang di sekitarnya.
Kepala Puskesmas Lubuk Begalung, dr Sari Ramadhani, menyampaikan bahwa pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Ia diamankan usai menimbulkan keresahan warga, termasuk tindakan kekerasan terhadap keluarganya.
"Kita sudah amankan seorang ODGJ dan dibawa ke RSJ HB Saanin," ujarnya, Kamis (12/6/2025).
Pria berusia 30 tahun tersebut, yang selama ini tinggal di Koto Baru, diketahui kerap berperilaku mengganggu ketertiban warga. Salah satu tindakan yang mencemaskan adalah ketika ia mempertontonkan kemaluannya di depan anak-anak. Tak hanya itu, ia juga sempat mencekik orangtuanya sendiri.
Menurut Sari, riwayat kejiwaan pria itu telah berlangsung lama. Ia menyebut penyebab utamanya kemungkinan besar berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba di masa lalu. "Sepertinya narkoba dapat mengakibatkan gangguan mental organik," jelasnya.
Penanganan terhadap pria tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari warga sekitar. Pada Selasa (10/6/2025), petugas dari Puskesmas Lubuk Begalung bersama pihak kelurahan dan Satpol PP menjemput pria itu dari rumahnya dan langsung membawanya ke RSJ HB Saanin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Tindakan ini merupakan bagian dari komitmen Puskesmas Lubuk Begalung dalam memberikan layanan kesehatan berbasis komunitas, terutama melalui program "Dokter Warga". Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan menjangkau semua lapisan masyarakat.
Program Dokter Warga merupakan bagian dari strategi pelayanan prima yang selama ini didorong Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir melalui inisiatif "Padang Melayani". Salah satu fokus program ini adalah menangani warga rentan, termasuk ODGJ, agar mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Padang berharap upaya ini dapat memperkuat respons terhadap isu kesehatan jiwa di tengah masyarakat, khususnya yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. (red)
















