Padang Siap Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami, BPBD: Kesiapan Sudah Rampung

Padang Siap Gelar Simulasi Gempa dan Tsunami, BPBD: Kesiapan Sudah Rampung

Sejumlah masyarakat di Kota Padang mengikuti simulasi gempa dan tsunami, Sabtu (5/11/2022) lalu. (Foto: Dok Humas Pemko Padang)

Sumbardaily.com, Padang – Kesiapan pelaksanaan simulasi evakuasi mandiri gempa dan tsunami di Kota Padang dipastikan hampir rampung. Latihan penanggulangan bencana itu dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, melibatkan ribuan warga dari wilayah yang berada di zona merah tsunami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebut seluruh tahapan persiapan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Menurutnya, koordinasi lintas sektor, pelatihan teknis, hingga sosialisasi langsung ke masyarakat telah berjalan dengan baik.

“Kesiapan sudah kita lakukan jauh-jauh hari dan kini mendekati rampung,” ujar Hendri Zulviton di Padang, Senin (3/11/2025).

Sebagai bagian dari persiapan, BPBD telah menggelar seminar, workshop, gladi peta, dan gladi ruang, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat di kawasan rawan. Sosialisasi melalui pamflet dan media informasi juga dilakukan agar warga memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi.

“Pamflet sudah kita sebar ke masyarakat, sehingga nantinya warga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan saat itu,” tambah Hendri.

Pada hari pelaksanaan simulasi, tepat pukul 10.00 WIB, sirene akan dibunyikan sebagai tanda terjadinya gempa. Sesaat kemudian, sirene kedua akan menandakan peringatan tsunami. Setelah itu, warga diharapkan segera melakukan evakuasi dengan berjalan cepat menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang telah ditetapkan.

Hendri juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa lokasi TES terdekat melalui situs resmi Pemerintah Kota Padang di www.padang.go.id agar tidak salah arah saat simulasi berlangsung.

“Warga silakan membuka website tersebut untuk melihat langsung di mana titik tempat evakuasi sementara,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, tetapi merupakan bagian dari pendidikan kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga. Simulasi dilakukan serentak di 55 kelurahan yang berada di kawasan berisiko tinggi.

“Kami mengimbau seluruh warga zona merah agar mengikuti simulasi dengan serius dan tertib demi keselamatan bersama,” kata Hendri Zulviton.

Simulasi tahunan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana alam, terutama gempa dan tsunami yang berpotensi terjadi di pesisir barat Sumatera. Melalui latihan ini, diharapkan masyarakat semakin tangguh dan siap menghadapi situasi darurat secara mandiri. (red)

Baca Juga

740 Ribu UMKM di Sumbar Didorong Naik Kelas, OJK Perkuat Peran BPR dan BPRS
740 Ribu UMKM di Sumbar Didorong Naik Kelas, OJK Perkuat Peran BPR dan BPRS
Jembatan Silaut Pesisir Selatan Dialihkan, Kendaraan 25 Ton Wajib Melintas Satu-satu
Jembatan Silaut Pesisir Selatan Dialihkan, Kendaraan 25 Ton Wajib Melintas Satu-satu
Rekrutmen KAI 2026 Dibuka, Waspada Modus Penipuan Janjikan Kelulusan
Rekrutmen KAI 2026 Dibuka, Waspada Modus Penipuan Janjikan Kelulusan
Cerry Eks Kabiro PBJ Sumbar Sempat Cuti usai Kasus Video Viral, Kini Diperiksa Dugaan Pelanggaran Disiplin
Cerry Eks Kabiro PBJ Sumbar Sempat Cuti usai Kasus Video Viral, Kini Diperiksa Dugaan Pelanggaran Disiplin
Energi Terbarukan Sumbar Butuh Inovasi, Unand Didorong jadi Motor Perubahan
Energi Terbarukan Sumbar Butuh Inovasi, Unand Didorong jadi Motor Perubahan
Petugas membantu warga memahami proses pendaftaran atau pemutakhiran data Perlinsos melalui telepon seluler.
Pendaftaran Perlinsos di Padang Diperpanjang hingga 31 Desember 2026, Data Ini jadi Acuan Bansos 2027