Sirene Berbunyi Serentak, Sekolah di Padang Evakuasi Pelajar

Sirene Berbunyi Serentak, Sekolah di Padang Evakuasi Pelajar

Simulasi evakuasi gempa dan tsunami dalam rangka HKBN 2026 di salah satu sekolah di Kota Padang, Minggu (26/4/2026) pagi, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana masyarakat. (Dok. BPBD Padang)

Sumbardaily.com - Sirene meraung memecah keheningan pagi di sejumlah titik Kota Padang, Minggu (26/4/2026) pagi. Suara itu disusul kepanikan terarah di beberapa sekolah, ketika para siswa bergegas keluar kelas, berlindung, lalu bergerak menuju titik evakuasi.

Di saat yang sama, perangkat peringatan dini di puluhan lokasi turut aktif, menandai situasi darurat yang seolah benar-benar terjadi.

Di SMPN 1 Padang, SMPN 7 Padang dan SMPN 25 Padang, siswa dan guru tampak sigap menjalankan prosedur penyelamatan diri.

Sebagian berlindung di bawah meja saat “guncangan” diumumkan, sementara lainnya bersiap mengikuti jalur evakuasi menuju area aman. Tidak ada teriakan panik, melainkan gerakan cepat yang terlatih.

Skenario serupa juga tergambar di berbagai titik lain. Aktivasi Early Warning System (EWS) di 32 lokasi di Kota Padang memberikan simulasi nyata bagaimana peringatan dini bekerja saat ancaman gempa dan tsunami datang.

Sirene yang berbunyi serentak menjadi penanda bahwa waktu untuk menyelamatkan diri sangat terbatas.

Situasi ini menggambarkan betapa krusialnya kecepatan respons masyarakat dalam menghadapi bencana. Dalam hitungan menit, keputusan untuk bergerak dapat menentukan keselamatan.

Kota Padang yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami dituntut memiliki kesiapsiagaan tinggi, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga perilaku masyarakatnya.

Tema “Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana” terasa nyata dalam momen tersebut. Kolaborasi antara siswa, guru, dan unsur kebencanaan terlihat dalam setiap tahapan evakuasi yang dilakukan secara terstruktur.

Namun, kondisi mencekam itu bukanlah bencana yang sebenarnya. Seluruh rangkaian kejadian tersebut merupakan bagian dari peringatan HKBN 2026 atau Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Kegiatan ini dirancang sebagai simulasi gempa bumi dan tsunami untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat secara langsung.

Hari Kesiapsiagaan Bencana sendiri diperingati setiap 26 April, bertepatan dengan momentum lahirnya Undang-undang (UU) nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Regulasi ini menandai perubahan pendekatan penanganan bencana di Indonesia, dari respons darurat menuju penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2017, HKBN menjadi momentum nasional untuk membangun budaya tangguh bencana melalui latihan evakuasi mandiri yang dilakukan secara berkala.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, selain simulasi evakuasi, pihaknya juga melaksanakan pengecekan aktivasi perangkat EWS yang tersebar di 32 titik di Kota Padang dan selalu rutin dilakukan pengecekan aktivasi setiap tanggal 26 setiap bulannya.

“Pengecekan EWS diadakan setiap tanggal 26. Pada bulan April ini BPBD Kota Padang juga memusatkan kegiatan drill gempa dan tsunami di tiga sekolah yakni SMPN 1 Padang, SMPN 7 Padang, dan SMPN 25 Padang,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Kota Padang.

"Melalui HKBN 2026, Pemko Padang berharap masyarakat tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat bencana benar-benar terjadi. Simulasi ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan pilihan, melainkan kebutuhan," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Gaji PPPK Paruh Waktu di Payakumbuh Belum Cair, Ini Penyebabnya
Gaji PPPK Paruh Waktu di Payakumbuh Belum Cair, Ini Penyebabnya
Borneo FC vs Semen Padang 3-0: Kabau Sirah Terpuruk, Pesut Etam Samai Poin Persib Bandung
Borneo FC vs Semen Padang 3-0: Kabau Sirah Terpuruk, Pesut Etam Samai Poin Persib Bandung
Persaingan Kian Sengit! 15 Nama Berebut Lima Kursi Kepala OPD di Pemko Padang
Persaingan Kian Sengit! 15 Nama Berebut Lima Kursi Kepala OPD di Pemko Padang
Beda Nasib Anak Hilang di Sumbar: Satu Ditemukan, Dua Lainnya Masih Misterius
Beda Nasib Anak Hilang di Sumbar: Satu Ditemukan, Dua Lainnya Masih Misterius
Cuaca Sumbar 24-26 April 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Cuaca Sumbar 24-26 April 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Cerita Aldi dan Rayhan, Penyintas Disabilitas di UTBK UNP Demi Masuk PTN Impian
Cerita Aldi dan Rayhan, Penyintas Disabilitas di UTBK UNP Demi Masuk PTN Impian