Sumbardaily.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dalam tiga hari ke depan.
Informasi ini merupakan pembaruan prakiraan cuaca yang dirilis pada Jumat, 24 April 2026 pukul 09.00 WIB.
Dalam peringatan tersebut, BMKG Minangkabau menetapkan status “waspada” untuk sejumlah daerah di Sumbar yang diperkirakan akan terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Untuk Jumat (24/4/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, yakni Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, dan sekitarnya.
Selanjutnya, pada Sabtu (25/4/2026), potensi hujan dengan intensitas yang sama masih berlanjut di beberapa wilayah. Daerah yang diperkirakan terdampak antara lain Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, serta wilayah sekitarnya.
Sementara itu, pada Minggu (26/4/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di wilayah Kepulauan Mentawai, Agam, Pesisir Selatan, dan sekitarnya.
BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa peringatan dini ini didasarkan pada potensi nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi dalam satu wilayah kabupaten atau kota.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut.
Peringatan dini ini menjadi bagian dari upaya memberikan informasi prakiraan cuaca secara cepat dan akurat kepada masyarakat, agar dapat melakukan langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumbar.
BMKG Minangkabau juga menekankan bahwa status yang diberikan dalam peringatan ini berada pada kategori “waspada”. Kategori ini menunjukkan adanya potensi cuaca yang perlu diantisipasi, meskipun belum berada pada tingkat siaga atau awas.
Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat di wilayah Sumbar diharapkan dapat lebih waspada dan memperhatikan perkembangan informasi prakiraan cuaca terkini yang dirilis BMKG Minangkabau. (*)
















