PAD Padang 2026 Ditarget Rp1,126 Triliun, Belanja Daerah Capai Rp3,319 Triliun

PAD Padang 2026 Ditarget Rp1,126 Triliun, Belanja Daerah Capai Rp3,319 Triliun

Ilustrasi Uang (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama DPRD Kota Padang menyepakati rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota persetujuan bersama antara Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dengan Ketua DPRD Padang, Muharlion, beserta para wakil ketua dalam rapat paripurna DPRD Padang, Jumat (15/8/2025).

Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muharlion itu turut dihadiri Plh Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, jajaran BUMN dan BUMD di Kota Padang, serta sejumlah pejabat terkait. Agenda paripurna diawali dengan laporan Badan Anggaran DPRD, dilanjutkan dengan penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi, hingga pembacaan konsep keputusan dewan.

Muharlion menegaskan bahwa dokumen KUA-PPAS masih bersifat pagu indikatif dan akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut menuju penetapan APBD 2026. Ia berharap proses pembahasan berjalan lancar sehingga pengesahan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026 dapat dilakukan tepat waktu.

Wakil Wali Kota Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas komitmen dalam membahas dokumen KUA-PPAS. Menurutnya, penetapan ini menjadi langkah penting dalam merancang arah kebijakan fiskal Kota Padang tahun depan.

“Alhamdulillah, kita telah menyepakati KUA-PPAS sebagai pedoman penyusunan rancangan APBD 2026. Dokumen ini memuat kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang akan menjadi acuan pembangunan tahun depan,” ujar Maigus.

Dalam pemaparannya, Maigus menjelaskan bahwa pendapatan daerah Kota Padang pada 2026 direncanakan sebesar Rp3,003 triliun. Jumlah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,126 triliun dan pendapatan transfer senilai Rp1,877 triliun.

Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp3,319 triliun, yang dialokasikan untuk belanja operasi Rp2,882 triliun, belanja modal Rp429 miliar, serta belanja tidak terduga Rp7,34 miliar.

Dibandingkan dengan APBD induk 2025, pendapatan daerah 2026 diperkirakan meningkat sebesar Rp177,82 miliar. Menurut Maigus, peningkatan ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah dalam mengelola potensi ekonomi Kota Padang, terutama melalui sektor PAD.

Ia menegaskan bahwa penyusunan KUA-PPAS 2026 dilakukan dengan pendekatan teknokratik. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan setiap alokasi anggaran memiliki dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Seluruh program dan kebijakan anggaran mengacu pada visi dan misi Kejayaan Kota Padang serta sembilan Program Unggulan yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Ini adalah komitmen saya bersama Bapak Wali Kota Fadly Amran dalam memastikan pembangunan Kota Padang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Maigus.

Dengan ditetapkannya KUA-PPAS, pemerintah dan DPRD optimistis penyusunan APBD Kota Padang 2026 akan lebih tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kesepakatan ini juga menjadi tonggak awal bagi Pemko Padang dalam mengoptimalkan sumber pendapatan dan memastikan penggunaan anggaran daerah memberi manfaat yang luas bagi warga kota. (red)

Baca Juga

Dua siswa SMPN 25 Padang, Veodri Ugraha Marvi dan Cinta Early, bersiap mengikuti O2SN tingkat nasional setelah menjadi juara tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Bawa Nama Sumbar ke Nasional, Begini Perjuangan 2 Siswa SMPN 25 Padang di O2SN
Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menandatangani pembaruan LoI dan MoU kerjasama Sister City Padang-Hildesheim di Balai Kota Padang.
38 Tahun Bersahabat, Padang-Hildesheim Kini Bidik Restorasi Sungai Batang Arau
Sestama BNPB Rustian bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau wilayah terdampak banjir di Lapau Munggu, Kuranji, Padang.
BNPB Turun Langsung Petakan Kebutuhan Penanganan Pasca Banjir Padang
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau lokasi rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Padang.
Banjir Hantam Infrastruktur Pauh, Jembatan Kalawi dan Sejumlah Fasilitas jadi Sasaran Pemulihan
Tim TRC PUPR Kota Padang melakukan penggalian sedimen dan pembersihan material lumpur pasca banjir di salah satu lokasi terdampak.
Hujan Deras Picu Genangan di Padang, Penggalian Sedimen jadi Fokus Penanganan Pasca Banjir
Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau SMP Negeri 41 Padang yang terdampak banjir pada Selasa 4 Agustus 2026.
92 Sekolah di Padang Terdampak Banjir, Pembersihan Ditargetkan Rampung Dua Hari