Sumbardaily.com, Padang – Sumatera Barat (Sumbar) resmi masuk dalam 15 provinsi prioritas nasional untuk pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) lima tahun ke depan.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Ekraf RI, Teuku Riefky Harsya, dalam agenda kunjungan ke Sumbar untuk meresmikan Tanah Datar Creative Hub di Kabupaten Tanah Datar, pada Minggu (23/11/2025).
Penetapan Sumbar sebagai daerah prioritas merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Dalam agenda kunjungan tersebut, Teuku Riefky juga menutup rangkaian Workshop Pengembangan Ruang Kreatif, Visitasi Tanah Datar Ekraf Fest + Screening Film, serta beberapa kegiatan yang digelar untuk memperkuat ekosistem kreatif di daerah.
Menurutnya, pengembangan sektor ekonomi kreatif di Sumbar harus berjalan berkelanjutan dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengembangan sektor kreatif harus berkelanjutan. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu tujuan kita dan harapan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Tanah Datar Creative Hub yang diresmikan menjadi ruang kolaborasi baru bagi pelaku tujuh subsektor ekonomi kreatif, antara lain UMKM, fashion, kriya, musik, film, fotografi, dan seni pertunjukan.
Fasilitas ini disebut sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas kreator lokal sekaligus lokomotif pertumbuhan ekonomi baru di Sumbar.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa keberadaan Creative Hub bukan sekadar ruang berkumpul, tetapi instrumen penting untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Kedatangan Menteri Ekraf disambut langsung Gubernur Mahyeldi bersama Bupati Tanah Datar, Eka Putra, serta sejumlah kepala OPD Pemprov Sumbar.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui berbagai program strategis.
Pemprov sedang mematangkan gagasan Nagari Creative Hub, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan UMKM sebagai bagian dari upaya mendukung visi pembangunan nasional.
Mahyeldi juga menekankan bahwa program-program tersebut selaras dengan Asta Cita pemerintah pusat, terutama pada poin kedua, ketiga, dan keenam yang menekankan penguatan industri kreatif dan pembangunan berbasis desa.
“Upaya memantapkan dan mengembangkan industri kreatif, serta membangun dari desa untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan masuknya Sumbar sebagai provinsi prioritas, pemerintah daerah berharap ekosistem kreatif yang berkembang dapat menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan daya saing pelaku kreatif, dan mendorong pertumbuhan pembangunan berbasis komunitas di seluruh kawasan. (red)















