Melihat Lebih Dekat Warisan Pendidikan Rahmah El Yunusiyyah

Melihat Lebih Dekat Warisan Pendidikan Rahmah El Yunusiyyah

Potret Rahmah El Yunusiyyah di Museum Rahmah El Yunusiyyah dulunya merupakan rumah tinggal sang Pahlawan Nasional. (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Sumbardaily.com, Padang Panjang – Jejak perjuangan Rahmah El Yunusiyyah, tokoh perempuan yang namanya kembali menggaung di seluruh Indonesia, kembali disusuri melalui sebuah kunjungan bersejarah di Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).

Di sebuah rumah tua yang sejuk di samping Perguruan Diniyyah Puteri, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menapak perlahan, mengamati ruang demi ruang yang merekam perjalanan hidup sang pelopor pendidikan perempuan.

Kunjungan ini dilakukan tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Rahmah El Yunusiyyah pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025, di Istana Negara.

Pengakuan tersebut menjadi penegasan atas kontribusinya dalam memperjuangkan pendidikan perempuan dan kiprahnya sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bangunan yang kini menjadi Museum Rahmah El Yunusiyyah dulunya merupakan rumah tinggal sang tokoh. Setiap sudut ruangan menampilkan jejak panjang kiprahnya, mulai dari foto-foto masa mudanya hingga dokumentasi pendirian Perguruan Diniyyah Puteri pada tahun 1923.

Rak kayu yang masih dipertahankan memuat buku-buku peninggalannya, sementara sebuah mesin jahit yang dahulu digunakannya tersimpan rapi sebagai simbol kesederhanaan dan kegigihan.

Museum juga mengabadikan perjalanan dakwah, kepemimpinan, hingga catatan para penerus Diniyyah Puteri dari masa ke masa. Daftar lulusan angkatan pertama, biografi lengkap, silsilah keluarga, serta pesan-pesan para tokoh bangsa.

Seperti Buya Hamka, Mohammad Hatta, dan Mohammad Natsir turut memperkaya narasi tentang sosok yang memiliki tempat penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Dalam penelusuran tersebut, Hendri didampingi Fauziah Fauzan El Muhammady, keluarga ahli waris sekaligus Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.

Kehadirannya memperkuat suasana emosional kunjungan yang tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan warisan intelektual dan spiritual yang ditinggalkan Rahmah.

Menurut Hendri, warisan perjuangan Rahmah El Yunusiyyah adalah bagian penting dari identitas Padang Panjang.

“Kota ini memiliki sejarah besar yang harus kita jaga. Rahmah El Yunusiyyah adalah inspirasi bagi generasi masa kini bahwa perempuan adalah pilar kemajuan bangsa, pemimpin umat, dan pejuang kemerdekaan,” ujarnya.

Sementara itu, Fauziah menegaskan bahwa Rahmah adalah pendiri pesantren puteri pertama di Indonesia, yang murid perdana sekaligus salah satu tokoh bangsa adalah Bunda Rasuna Said, juga seorang Pahlawan Nasional.

Ia menambahkan bahwa perjuangan Rahmah tidak berhenti di bidang pendidikan. Sang pionir turut mengambil peran penting dalam merintis terbentuknya pasukan rakyat di Padang Panjang dan wilayah sekitarnya, yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya TNI.

Harapan akan lahirnya generasi perempuan tangguh dari jejak perjuangan Bunda Rahmah disampaikan Fauziah. Ia meyakini bahwa nilai keteladanan tersebut akan terus tersampaikan kepada generasi berikutnya melalui karya nyata dan pendidikan di Diniyyah Puteri. (red)

Baca Juga

Tak Puas Meski Menang Besar, Pelatih PSP Padang Ungkap Masalah Permainan
Tak Puas Meski Menang Besar, Pelatih PSP Padang Ungkap Masalah Permainan
Kasus Bayi Meninggal, RSUP M Djamil Padang Siapkan Bantuan Hukum untuk Direksi hingga Dokter
Kasus Bayi Meninggal, RSUP M Djamil Padang Siapkan Bantuan Hukum untuk Direksi hingga Dokter
Tumpukan Sampah Menggunung, Warga Desak Hentikan Kiriman dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang
Tumpukan Sampah Menggunung, Warga Desak Hentikan Kiriman dari Bukittinggi ke TPA Air Dingin Padang
Semen Padang FC Terpuruk, Braditi Moulevey Tegaskan Soal Posisi dan Perannya
Semen Padang FC Terpuruk, Braditi Moulevey Tegaskan Soal Posisi dan Perannya
Resmi Dilantik! Dedie Tri Hariyadi jadi Kajati Sumbar Baru, Ini Tantangan Besarnya
Resmi Dilantik! Dedie Tri Hariyadi jadi Kajati Sumbar Baru, Ini Tantangan Besarnya
kebakaran DLH Padang
Kebakaran DLH Padang: 23 Motor Hangus, Kerugian Capai Rp1 Miliar