Sumbardaily.com - Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah.
Melalui optimalisasi PAD, pemerintah daerah dinilai mampu membiayai berbagai program pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, hingga mendorong kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan evaluasi capaian PAD Kabupaten Agam periode Januari hingga 27 April 2026 yang berlangsung di aula Kantor Bupati Agam, Rabu (29/4/2026) kemarin.
Dalam kesempatan itu, Iqbal menekankan pentingnya evaluasi sebagai langkah untuk memastikan seluruh potensi pendapatan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dikelola secara akuntabel.
Ia mengungkapkan, saat ini masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Beberapa di antaranya adalah belum optimalnya pendataan objek pajak, keterlambatan pelaporan oleh wajib pajak, serta sistem pembayaran yang belum sepenuhnya berbasis digital.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera diatasi melalui percepatan transformasi digital dalam pengelolaan PAD.
Ia mendorong pemanfaatan berbagai platform seperti Lapak Agam, Smartgov, serta sistem Online Transaction Monitoring (OTM) untuk mendukung efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.
“Digitalisasi bukan hanya mempermudah pelaporan dan pembayaran pajak, tetapi juga meningkatkan transparansi, efisiensi dan akurasi data penerimaan daerah,” ujarnya melansir AMCNews, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengelola PAD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi pendapatan di masing-masing sektor.
Penguatan koordinasi lintas OPD juga dinilai penting, termasuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak seperti Bank Nagari, Telkomsel, dan PT Cartenz.
Pengawasan di lapangan turut menjadi perhatian, terutama melalui penerapan alat pemantau transaksi atau tapping box secara bertahap guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Iqbal juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pengelolaan pendapatan daerah. Ia menilai, komitmen bersama menjadi kunci dalam memperkuat basis PAD.
“Kemandirian fiskal daerah hanya akan terwujud jika kita bersama-sama berkomitmen memperkuat basis PAD. Momentum evaluasi ini harus kita jadikan langkah untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat koordinasi dan mempercepat digitalisasi,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pencapaian target PAD Kabupaten Agam.
Ia pun optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai melalui sinergi dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Terima kasih atas dedikasi seluruh pihak. Kita optimistis target PAD tahun ini dapat tercapai dengan kerja sama dan komitmen yang kuat,” pungkasnya.(*)















