Mbappe dan Dembele Samai Rekor Ronaldo-Rivaldo

Sumbardaily.com – Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele menjadi motor utama keberhasilan Prancis melangkah ke babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026. Keduanya tidak hanya membawa Les Bleus menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0, tetapi juga menorehkan pencapaian bersejarah yang sebelumnya hanya mampu diraih duet legendaris Brasil, Ronaldo dan Rivaldo, pada Piala Dunia 2002.

Kemenangan atas Maroko memastikan Prancis tetap menjaga peluang meraih gelar juara dunia. Di balik hasil tersebut, sorotan utama tertuju kepada duet lini depan Les Bleus yang tampil tajam sepanjang turnamen di Amerika Utara.

Mbappe membuka keunggulan Prancis melalui sepakan kaki kanan yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou. Tak lama kemudian, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan setelah memaksimalkan pergerakan dan umpan cerdik dari sang kapten.

Dua gol tersebut memastikan Prancis menang 2-0 sekaligus mengamankan tiket menuju babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026.

Gol ke gawang Maroko menjadi torehan kedelapan Mbappe pada edisi Piala Dunia kali ini. Selain itu, gol tersebut juga menjadi gol ke-20 yang dicetaknya dalam jumlah pertandingan Piala Dunia yang sama.

Sementara itu, Dembele turut melanjutkan performa impresifnya dengan mencetak gol kelima sepanjang putaran final Piala Dunia 2026. Kontribusi besar kedua pemain ini membuat lini serang Prancis menjadi salah satu yang paling produktif sepanjang turnamen.

Usai pertandingan, Dembele mengaku semakin nyaman menjalankan perannya di lapangan. Menurutnya, perkembangan performanya terus meningkat dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

"Ini adalah posisi yang sangat nyaman bagi saya, baik bersama Prancis maupun Paris Saint-Germain," ujar Dembele setelah pertandingan.

"Saya sudah mengatakannya: saya semakin kuat di setiap pertandingan dalam kompetisi ini," lanjutnya.

Ketajaman Mbappe dan Dembele membawa keduanya masuk ke dalam kelompok eksklusif dalam sejarah Piala Dunia. Delapan gol yang dikoleksi Mbappe serta lima gol milik Dembele menjadikan mereka pasangan pertama dari satu tim nasional yang sama-sama mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam satu edisi Piala Dunia sejak Ronaldo dan Rivaldo melakukannya bersama Brasil pada tahun 2002.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting mengingat sejarah Piala Dunia dipenuhi duet-duet penyerang legendaris yang meninggalkan jejak luar biasa.

Catatan sejarah menunjukkan Hongaria menjadi salah satu negara pertama yang memiliki pasangan penyerang produktif melalui Gyorgy Sarosi dan Gyula Zsengeller pada Piala Dunia 1938.

Enam belas tahun kemudian, Hongaria kembali menghadirkan duet mematikan lewat Sandor Kocsis yang mencetak 11 gol serta Ferenc Puskas yang menyumbangkan empat gol pada Piala Dunia 1954.

Brasil juga pernah mengandalkan Ademir sebagai ujung tombak utama pada Piala Dunia 1950 dengan dukungan Chico yang melengkapi kekuatan lini serang Seleção.

Tradisi duet penyerang Brasil berlanjut melalui Pele dan Vava saat menjadi juara dunia pada 1958. Kemudian hadir pula kombinasi Pele dan Jairzinho yang menjadi bagian penting keberhasilan Brasil menaklukkan dunia pada Piala Dunia 1970.

Selain Brasil dan Hongaria, sejumlah negara lain juga memiliki duet bersejarah di ajang Piala Dunia. Prancis pernah diperkuat Just Fontaine bersama Raymond Kopa pada 1958. Jerman memiliki Helmut Haller dan Franz Beckenbauer pada 1966, Polandia mengandalkan Grzegorz Lato serta Andrzej Szarmach pada 1974, sedangkan Argentina diperkuat Diego Maradona dan Jorge Valdano ketika menjadi juara dunia pada 1986.

Namun, salah satu duet paling dikenang tetap berasal dari Brasil pada Piala Dunia Korea/Jepang 2002. Saat itu Ronaldo dan Rivaldo menjadi kunci keberhasilan Selecao kembali merebut gelar juara dunia.

Ronaldo tampil luar biasa dengan mengoleksi delapan gol dan meraih penghargaan adidas Golden Boot. Sementara Rivaldo melengkapinya dengan lima gol sehingga keduanya menghasilkan total 13 gol bagi Brasil sepanjang turnamen.

Kini, jumlah gol gabungan Mbappe dan Dembele telah menyamai catatan Ronaldo dan Rivaldo tersebut.

Dengan masih tersisa dua pertandingan, terlepas dari hasil semifinal nanti, duet Prancis itu masih memiliki peluang besar untuk melampaui rekor yang telah bertahan lebih dari dua dekade.

Bahkan, mereka juga berkesempatan menciptakan sejarah baru. Sejak Piala Dunia pertama digelar pada 1930, belum pernah ada satu tim yang menutup turnamen dengan dua pemain yang masing-masing mampu mencetak sedikitnya enam gol dalam satu edisi.

Peluang tersebut membuat Prancis berada di ambang pencapaian yang belum pernah diraih negara mana pun dalam sejarah Piala Dunia.

Meski demikian, Dembele menilai performa Les Bleus masih bisa ditingkatkan. Ia merasa timnya belum menunjukkan kemampuan terbaik meskipun sudah berhasil mencapai semifinal.

"Kita bisa lebih tajam di depan gawang dan kebobolan lebih sedikit," kata Dembele.

"Kita juga bisa melakukan pressing lebih baik sebagai sebuah tim. Semakin jauh kita melangkah di turnamen ini, akan semakin baik bagi kami," tambahnya.

Pandangan serupa juga disampaikan Mbappe. Meski bangga dengan pencapaian individu, penyerang Prancis itu menegaskan bahwa target utama tim bukanlah mengejar rekor jumlah gol, melainkan memenangkan Piala Dunia 2026.

"Tujuan kami bersama Prancis selalu kemenangan, dan itulah yang memberi kekuatan pada tim ini. Tentu saja kami memiliki banyak talenta, tetapi yang terpenting adalah kami bermain untuk satu sama lain. Kami bersatu dan semua menuju ke arah yang sama: kemenangan," ujar Mbappe.

Jika membutuhkan motivasi tambahan, Mbappe dan Dembele masih memiliki target lain yang bisa dikejar. Sandor Kocsis dan Ferenc Puskas pernah menghasilkan total 15 gol bagi Hongaria pada Piala Dunia 1954. Sementara rekor paling fenomenal masih dipegang duet Prancis, Just Fontaine dan Raymond Kopa, yang mengoleksi total 16 gol pada edisi 1958.

Dengan performa impresif yang terus ditunjukkan sepanjang Piala Dunia FIFA 2026, Mbappe dan Dembele kini memiliki peluang nyata untuk melampaui sederet rekor bersejarah tersebut sekaligus mengukir babak baru dalam sejarah sepak bola dunia. (*)

Baca Juga

Erling Haaland Akui Piala Dunia 2026 Mengubah Hidupnya Meski Norwegia Disingkirkan Inggris
Erling Haaland Akui Piala Dunia 2026 Mengubah Hidupnya Meski Norwegia Disingkirkan Inggris
Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar Diserbu Ribuan Warga, Pemprov Pastikan Berlanjut hingga Final
Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Gubernur Sumbar Diserbu Ribuan Warga, Pemprov Pastikan Berlanjut hingga Final
Karembeu tentang Prancis 1998, Deschamps, dan Piala Dunia 2026
Karembeu tentang Prancis 1998, Deschamps, dan Piala Dunia 2026
Lamine Yamal: Spanyol Datang Tanpa Rasa Takut Hadapi Prancis di Semifinal
Lamine Yamal: Spanyol Datang Tanpa Rasa Takut Hadapi Prancis di Semifinal
Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Albiceleste Pastikan Tiket Usai Tekuk Swiss
Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Albiceleste Pastikan Tiket Usai Tekuk Swiss
Inggris Tantang Pemenang Argentina vs Swiss Setelah Jude Bellingham Bungkam Norwegia
Inggris Tantang Pemenang Argentina vs Swiss Setelah Jude Bellingham Bungkam Norwegia